Tautan-tautan Akses

Warga Azerbaijan Setujui Perpanjangan Masa Jabatan Presiden


Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev memberikan suaranya di TPS saat referendum di Baku, Azerbaijan, 26 September 2016.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev memberikan suaranya di TPS saat referendum di Baku, Azerbaijan, 26 September 2016.

Hasil awal yang dirilis hari Selasa (27/9) menunjukkan, mayoritas pemilih di Azerbaijan menyetujui perpanjangan masa jabatan dan perluasan wewenang presiden di negara pecahan Uni Soviet tersebut.

Kepala Pusat Komisi Pemilihan Umum Azerbaijan Mazahir Panahov mengatakan, dengan hampir semua surat suara dihitung dari referendum hari Senin, 84,2 persen suara mendukung amandemen konstitusi bagi perpanjangan masa jabatan presiden dari lima menjadi tujuh tahun.

Sebagian penentang mengatakan perubahan itu akan mewujudkan apa yang mereka lihat sebagai kekuasaan dinasti di negara kaya minyak di Laut Kaspia itu.

Amandemen lain yang diusulkan, termasuk pemberian wewenang kepada presiden untuk membubarkan parlemen, penciptaan jabatan baru wakil-wakil presiden, pencabutan batas usia, juga mendapat dukungan luar biasa dari pemilih.

Jumlah pemilih yang datang ke tempat-tempat pemungutan suara sangat tinggi, hampir 70 persen, menurut pejabat pemilu.

Presiden Ilham Aliyev, yang berkuasa sejak menggantikan ayahnya tahun 2003, melakukan kerja sama erat antara negara Muslim Syiah itu dan Barat, sehingga membantu mengamankan kepentingan energi dan keamanannya, mengimbangi pengaruh Rusia di wilayah Kaspia yang strategis itu. Tetapi, pemerintahannya juga telah lama dikritik Barat karena dugaan pelanggaran hak asasi dan penindasan pembangkangan.

Dalam pernyataan hari Selasa, National Council of Democratic Forces yang merupakan oposisi pemerintah mengecam referendum itu, menilainya "tidak sah dan tidak mencerminkan kehendak rakyat." Dewan itu menyerukan masyarakat internasional agar menekan pemerintah Azerbaijan supaya membatalkan hasil-hasil referendum.

Dalam pernyataan sebelum pemungutan suara, organisasi HAM Amnesty International mengatakan amandemen konstitusi itu akan memperbesar kewenangan presiden yang sudah sangat berkuasa dan memberi kekuasaan yang lebih besar kepada pemerintah untuk membatasi kebebasan berserikat, sehingga melanggar standar internasional. Ditambahkan, persiapan referendum sarat penangkapan dan intimidasi terhadap mereka yang mengecam usul amandemen konstitusi.

Pemerintah Azerbaijan menyanggah kritik itu, dan mengatakan amandemen konstitusi itu dimaksudkan memotong birokrasi dan mempercepat reformasi ekonomi. [ka/ds]

XS
SM
MD
LG