Tautan-tautan Akses

Warga AS yang Ditahan di Korea Utara Ajukan Permohonan Baru


Kenneth Bae memberikan keterangan ekpada wartawan di sebuah rumah sakit di Pyongyang, Korea Utara, 20 Januari 2014 (Foto: dok).

Kenneth Bae memberikan keterangan ekpada wartawan di sebuah rumah sakit di Pyongyang, Korea Utara, 20 Januari 2014 (Foto: dok).

Misionaris warga Amerika keturunan Korea, Kenneth Bae, menyampaikan permohonan baru ke Amerika Serikat agar bekerja untuk membebaskannya dari kamp kerja paksa di Korea Utara.

Komentar Kenneth Bae muncul, setelah Pyongyang untuk kedua kalinya dalam beberapa pekan terakhir membatalkan undangan untuk utusan senior Amerika untuk mengunjungi dan mendiskusikan pembebasan Bae.

Dalam sebuah wawancara yang dirilis hari Selasa (11/2) oleh surat kabar Chosun Sinbo, Bae mengatakan kesehatannya yang buruk membuatnya sulit untuk bekerja delapan jam sehari seperti yang dihendaki di kamp kerja paksa.

Wawancara dilakukan hari Jumat (7/2) oleh surat kabar pro-Korea Utara yang berbasis di Jepang, yang diizinkan mengunjungi Bae bersama dengan seorang pejabat Kedutaan Swedia.

Bae menyatakan harapan tentang rencana kunjungan Robert King, utusan Khusus Amerika untuk Masalah Hak Asasi Manusia. Komentarnya itu muncul hanya beberapa hari sebelum Utara membatalkan kunjungan, yang mendorong teguran dari Amerika.
XS
SM
MD
LG