Tautan-tautan Akses

AS

Sikap Warga AS Soal Pengungsi Timur Tengah Terbagi Sesuai Partai


Dr. Zaher Sahloul dari masyarakat Suriah Amerika menggendong anak pengungsi Suriah dalam konferensi pers di depan Gedung Putih, menyerukan pemerintah Obama untuk berupaya lebih dalam mengatasi krisis di Suriah, September 2015

Dr. Zaher Sahloul dari masyarakat Suriah Amerika menggendong anak pengungsi Suriah dalam konferensi pers di depan Gedung Putih, menyerukan pemerintah Obama untuk berupaya lebih dalam mengatasi krisis di Suriah, September 2015

Jajak pendapat terbaru Brookings Institution menemukan bahwa rakyat Amerika jauh lebih ramah menyambut pengungsi dibandingkan Donald Trump.

Sehari setelah penembakan massal yang menewaskan 49 orang di sebuah klub malam gay di Orlando, Florida, calon presiden Partai Republik Donald Trump mengulangi rencananya untuk sementara melarang Muslim memasuki Amerika Serikat.

Dalam kampanye di New Hampshire Senin (13/6), Trump berjanji kepada para pendukungnya bahwa, jika terpilih, ia akan menggunakan kekuasaan eksekutif untuk "menangguhkan imigrasi dari daerah-daerah di dunia, di mana sejarah membuktikan adanya kegiatan teroris terhadap Amerika, Eropa atau sekutu kami, sampai kita benar-benar memahami bagaimana mengakhiri ancaman-ancaman ini."

Meskipun penembak di Orlando, Omar Mateen adalah seorang warga negara AS, Trump mengatakan imigran dari Timur Tengah bisa datang ke AS dan meradikalisasi orang-orang yang sudah ada di sini, atau berusaha meyakinkan mereka lewat internet.

"Media membicarakan tentang teroris yang tumbuh di dalam negeri," kata Trump. "Tapi mau tidak mau, radikalisme Islam ... dan jaringan yang mendukungnya adalah impor dari luar negeri."

Pengungsi dan imigran dari negara-negara Timur Tengah yang sarat konflik seperti Suriah, Irak dan Libya bisa "menjadi versi lebih baik, lebih besar dan lebih mengerikan daripada kuda Troya dari zaman Yunani kuno dulu," kata Trump.

Tapi jajak pendapat terbaru Brookings Institution menemukan bahwa rakyat Amerika jauh lebih ramah menyambut pengungsi dibanding miliarder calon presiden itu. Sekitar 59 persen dari mereka bersedia menerima pengungsi, sementara 41 persen menentangnya.

Pandangan mereka terbagi sesuai partai masing-masing. Hanya 38 persen dari Partai Republik menerima pengungsi dari Suriah dan Timur Tengah, dibanding dengan 77 persen dari partai Demokrat. Tapi diantara pendukung Trump, 77 persen mengatakan mereka menentang masuknya pengungsi.

Pemerintahan Obama telah menetapkan menerima 10.000 pengungsi Suriah ke Amerika menjelang musim gugur. [ps/isa]

XS
SM
MD
LG