Tautan-tautan Akses

AS

Warga AS Peringati 2 Tragedi di Bulan April

  • Jim Malone

Seorang perempuan berdoa mengenang korban pemboman marathon di sebuah tempat peringatan bagi para korban di kota Boston (18/4).

Seorang perempuan berdoa mengenang korban pemboman marathon di sebuah tempat peringatan bagi para korban di kota Boston (18/4).

Sementara penyelidikan terus mengungkap hal-hal baru terkait serangan teroris hari Senin lalu di Boston, warga Amerika memperingati beberapa hari muram dalam bulan April ini.

Ada dua peristiwa tragis yang terpatri dalam ingatan warga Amerika dan keduanya terjadi tanggal 19 April.

Pertama – serbuan atas kompleks kultus keagamaan di Texas tahun 1993 yang menewaskan lebih dari 70 anggota sekte keagamaan radikal setelah terjadi konfrontasi dengan para petugas keamanan.

Dua tahun kemudian tahun 1995, sebuah truk yang membawa bom menghancurkan gedung federal di kota Oklahoma, menewaskan 168 orang dan melukai ratusan lainnya.

Mantan tentara AS, Timothy McVeigh dinyatakan bersalah atas serangan itu dan dieksekusi tahun 2001.

Sejak saat itu tanggal 19 April memiliki arti penting – ujar Mark Potok dari the Southern Poverty Law Center. Ia memantau kelompok-kelompok radikal sayap kanan di Amerika dan berbicara lewat skype.

“Tanggal 19 April telah menjadi semacam tanggal penting bagi kelompok radikal sayap kanan di Amerika. Ini sebenarnya dimulai pada 19 April 1775 ketika Revolusi Amerika dimulai di Lexington dan Concord,” ujar Potok.

Tragedi lain yang tercatat terjadi pada pertengahan bulan April adalah penembakan di sebuah SMA di Columbine, negara bagian Colorado tanggal 20 April 1999.

Peringatan-peringatan tersebut seringkali merupakan waktu refleksi yang menyedihkan bagi warga Amerika, tetapi juga menjadi sumber keprihatinan bagi aparat penegak hukum.

Mantan jaksa federal Aitan Goelman adalah bagian dari tim yang mengadili kasus pengemboman di kota Oklahoma. Ia mengingat dampak ledakan itu pada warga Amerika.

Goelman mengatakan, “Ledakan benar-benar merupakan kejutan bagi Amerika, dan fakta bahwa ini terjadi di kota Oklahoma – di jantung kota – dan bahwa pelakunya bukanlah seorang Muslim fanatik tetapi teroris dalam negeri Amerika, saya kira – ini benar-benar sangat mengagetkan orang”.

Aitan Goelman mengatakan ada hubungan langsung antara serangan di Waco dan serangan di kota Oklahoma yang dilakukan Timothy McVeigh.

“McVeigh melihat kota Oklahoma sebagai tebusan atas insiden di Waco. Tanggal 19 April bukanlah sebuah kebetulan. McVeigh dengan sengaja memilih tanggal itu karena merupakan peringatan insiden di Waco,” tambah Goelman.

Kasus pengeboman di kota Oklahoma menyoroti kaitan Timothy McVeigh dengan kelompok milisi sayap kanan yang anti-pemerintah. Kelompok-kelompok ini mulai hilang pada akhir 1990an tetapi kini muncul lagi – ujar Mark Potok.

Potok menjelaskan, “Hingga tahun 2009 – segera setelah pemilu yang dimenangkan oleh Barack Obama – kami melihat ada perkembangan yang sangat luar biasa. Sebelumnya pada tahun 2008, menurut hitungan kami ada sekitar 149 kelompok. Tetapi pada akhir tahun 2012 lalu jumlahnya sudah mencapai 1.360 kelompok milisi”.

Perhatian utama di Washington baru-baru ini terhadap pengendalian senjata pasca penembakan di sekolah dasar Sandy Hook di Newtown – Connecticut juga memicu semangat kelompok-kelompok ekstrimis sayap kanan, ujar mantan jaksa Aitan Goelman.

“Pengendalian senjata merupakan isu panas bagi orang-orang yang gila senjata. Mereka menilai langkah sederhana sekali pun untuk mengendalikan senjata merupakan suatu permulaan awal dimulainya sejumlah aturan baru atau pemerintah federal yang didukung PBB akan melucuti senjata dari tangan setiap orang,” kata Goelman.

Bahkan ketika Boston sedang berjuang mengatasi imbas serangan teroris terbaru ini, tanggal 19 April tetap membawa ingatan yang menyakitkan atas tragedi-tragedi pada masa silam dan perlunya menyiapkan diri menghadapi ancaman masa depan – baik dari dalam maupun luar negeri.
XS
SM
MD
LG