Tautan-tautan Akses

Warga AS keturunan Asia Kurang Tertarik Berpolitik


Warga AS keturunan Asia

Warga AS keturunan Asia

Komunitas warga Asia di Amerika adalah komunitas yang paling cepat berkembang di Amerika beberapa tahun terakhir ini. Tetapi komunitas ini juga dikenal yang paling tidak suka berpolitik.

Berbeda dengan komunitas Hispanik dan komunitas Arab misalnya yang sangat melek politik, bahkan tidak sungkan-sungkan menunjukkan kedekatan dengan partai politik tertentu, komunitas warga Amerika keturunan Asia, atau disebut “Asian-Americans”, tidak tertarik berpolitik. Penelitian Pew Research Center yang diumumkan awal November ini mengungkapkan bahwa meskipun komunitas “Asian-American” ini memiliki keragaman budaya, bahasa, agama dan keyakinan paling luar biasa, kelompok ini paling tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun.

Namun Direktur Demographic Research Project Dan Ichinose mengatakan meskipun kelompok “Asian-Americans” ini tampaknya tidak terlalu tertarik pada politik, tetapi jumlah mereka yang terdaftar sebagai pemilih terus meningkat.

“Dari tahun 2000 hingga 2012 ada kenaikan luar biasa jumlah warga Amerika keturunan Asia yang terdaftar sebagai pemilih yaitu sekitar 60%. Hal ini tidak saja terjadi di tempat-tempat seperti California dan New York, tetapi juga negara-negara bagian di Selatan dan MidWest. Pada pemilu yang berlangsung sangat sengit seperti sekarang, suara pemilih Asian-Americans menjadi sangat signifikan,” ujarnya.

Meskipun demikian Dan Ichinose mengakui bahwa kelompok pemilih ini tidak memberikan suara mereka sebanyak kelompok pemilih lain.

Hal senada disampaikan Jay Suherwanto, yang sudah menetap di Amerika selama lebih dari 17 tahun. Diwawancarai VOA Senin malam (7/11), Jay mengatakan was-was melihat pemilu kali ini dan ketidakpedulian warga Amerika keturunan Asia untuk memberikan suara.

“Saya jadi deg-degan dan was-was melihat pemilu kali ini dibanding sebelumnya. Selain karena calon yang saya tidak suka memang tidak punya pengalaman, etika politik dan tidak pernah memberikan solusi atas masalah yang disampaikannya, tetapi juga karena teman-teman saya seperti tidak peduli. Alasan mereka adalah “vote juga percuma, gak kehitung”. Menurut saya ini sangat menyebalkan karena demokrasi akan mati jika kita tidak ikut serta di dalamnya, lewat ikut pemilu. Saya kagum dengan orang-orang Hispanik yang semangat ikut votin,” jelasnya.

Diaspora Indonesia Jay Suherwanto ikut memilih di TPS White Plains, New York.

Diaspora Indonesia Jay Suherwanto ikut memilih di TPS White Plains, New York.

Jay Suherwanto yang kini tinggal di White Plains New York berniat mengirim pesan secara massal kepada teman-temannya, mengingatkan mereka tentang hari pemungutan suara hari Selasa (8/11) dimana seluruh TPS akan dibuka mulai jam 7 pagi.

Dalam perkembangan lainnya, Demographic Research Project pimpinan Dan Ichinose yang meneliti partisipasi politik warga Amerika keturunan Asia dalam pemilu kali ini juga mendapati bahwa dari tiga kelompok di dalam komunitas “Asian-American” itu, maka kelompok warga Amerika keturunan Vietnam atau “Vietnamese-Americans” adalah yang paling aktif dalam dunia politik Amerika. Sebagian besar diantara mereka adalah pendukung aktif Partai Republik. Sementara dua kelompok lain, yaitu kelompok warga Amerika keturunan Tiongkok atau “Chinese-Americans” dan warga Amerika keturunan Filipina atau “Filipino-Americans”, setara dengan kelompok yang lebih kecil yang tidak terlalu peduli politik. [em]

XS
SM
MD
LG