Tautan-tautan Akses

AS

Warga Amerika Mulai Kunjungi Kuba


Bendera Amerika dan Kuba disandingkan di dashboard sebuah mobil di Havana, Kuba, 18 Februari 2016.

Bendera Amerika dan Kuba disandingkan di dashboard sebuah mobil di Havana, Kuba, 18 Februari 2016.

Presiden Barack Obama berencana mengunjungi Kuba bulan depan, merupakan presiden Amerika pertama yang mengunjungi negara pulau itu dalam hampir 90 tahun.

Pernyataan dari Gedung Putih itu menyusul persetujuan resmi awal minggu ini untuk membuka kembali hubungan udara komersial antara Kuba dan Amerika untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun. Ini diperkirakan akan terjadi dalam waktu enam bulan ke depan. Rincian perjanjian dengan maskapai penerbangan harus diatur lebih dulu.

Sementara itu, warga Amerika mulai bepergian ke Kuba, dan sebetulnya sudah pergi ke sana dalam beberapa tahun terakhir ini. Ada pembatasan (larangan) perjalanan yang sebagian akan dicabut, tapi para pakar perjalanan mengatakan, larangan-larangan itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Salah satu tujuan utama bepergian ke Kuba, menurut peraturan pemerintah Amerika, adalah untuk pendidikan, pemahaman lebih lanjut mengenai rakyat dan sejarah Kuba.

Dalam pemerintahan Presiden Clinton maupun Obama, kelompok organisasi nirlaba yang disebut Road Scholar, secara teratur telah membawa orang Amerika ke Kuba. Pada dasarnya ini adalah pengalaman akademis yang menyeluruh untuk orang dewasa, semacam kuliah di luar negeri yang dilakukan anak-anak muda.

Secara umum, sebagian besar pengamat percaya bahwa perusahaan-perusahaan Amerika melihat peluang besar di Kuba dan bisnis Amerika akan mengusahakan bagaimana bisa memanfaatkannya apabila waktunya sudah tepat. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG