Tautan-tautan Akses

Wapres AS Ungkapkan Duka Cita kepada Keluarga Korban Serangan NATO di Serbia


Wakil Presiden Amerika Joe Biden (kiri) bersama Presiden Hashim Thaci di Kosovo (16/8).

Wakil Presiden Amerika Joe Biden (kiri) bersama Presiden Hashim Thaci di Kosovo (16/8).

Pengeboman yang dipimpin Amerika tahun 1999 menghentikan aksi penumpasan Serbia terhadap etnis separatis Albania, sehingga mengakhiri kekuasaan Beograd atas bekas provinsinya, Kosovo.

Wakil Presiden Amerika Joe Biden, Rabu (17/8), menyampaikan rasa duka citanya kepada keluarga para korban yang tewas selama perang Balkan, termasuk mereka yang tewas akibat serangan udara NATO di Serbia pada 1999.

Pernyataan Biden ini dikeluarkan pada hari pertama lawatannya ke Serbia dan Kosovo, yang ditujukan untuk mendorong pemulihan hubungan kedua negara Balkan itu.

Biden mengatakan, selama tiga dekade terakhir, ia memandang Kroasia dan negara-negara tetangganya, termasuk Kosovo dan Montenegro, sebagai bagian penting yang diperlukan bagi terciptanya Eropa yang secara keseluruhan bebas dan bersatu. Ia mengatakan, Serbia adalah kunci penting bagi usaha itu. Jika Serbia, bisa berkembang secara ekonomi dan politik, seluruh kawasan juga akan mengalami hal serupa.

Pengeboman yang dipimpin Amerika tahun 1999 menghentikan aksi penumpasan Serbia terhadap etnis separatis Albania, sehingga mengakhiri kekuasaan Beograd atas bekas provinsinya, Kosovo.

Sebagai seorang senator, Biden adalah pendukung kuat pengeboman NATO di Serbia pada tahun 1990-an. Ia pernah mengatakan tugasnya untuk mengakhiri perang Yugoslavia adalah salah satu “momen paling membanggakan” dalam karir politiknya yang panjang. [ab/as]

XS
SM
MD
LG