Tautan-tautan Akses

AS

Wapres AS Minta Maaf Pada Keluarga Korban Perang Balkan


Wakil Presiden AS Joe Biden (kiri) dan Perdana Menteri Serbia Aleksandar Vucic melihat-lihat cenderamata tradisional saat jalan-jalan di kota Belgrad, Serbia (16/8). (Reuters/Djordje Kojadinovic)

Wakil Presiden AS Joe Biden (kiri) dan Perdana Menteri Serbia Aleksandar Vucic melihat-lihat cenderamata tradisional saat jalan-jalan di kota Belgrad, Serbia (16/8). (Reuters/Djordje Kojadinovic)

Biden pernah mengatakan tugasnya untuk mengakhiri perang Yugoslavia adalah salah satu “momen paling membanggakan” dalam karir politiknya yang panjang.

Wakil Presiden Amerika Joe Biden hari Selasa (16/8) menyampaikan duka citanya kepada para keluarga korban yang tewas selama perang Balkan, termasuk para korban perang udara NATO melawan Serbia.

Pernyataan tersebut disampaikannya setelah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Serbia Aleksandar Vucic di Beograd.

Sebagai senator, Biden adalah pendukung kuat pengeboman NATO terhadap Serbia pada tahun 1990-an. Ia pernah mengatakan tugasnya untuk mengakhiri perang Yugoslavia adalah salah satu “momen paling membanggakan” dalam karir politiknya yang panjang.

Pengeboman yang dipimpin Amerika tahun 1999 menghentikan penumpasan Serbia terhadap etnis separatis Albania mengakhiri kekuasaan Beograd atas bekas provinsinya, Kosovo.

Campur tangan aliansi itu, yang menyebabkan ribuan tewas, membuat banyak warga Serbia yang semula umumnya pro Barat berpaling kepada Rusia sekutu lamanya.

Setelah pertemuan mereka Biden dan Vucic kemudian berjalan-jalan di pusat kota Beograd di mana mereka menyaksikan penghibur jalanan dan membeli oleh-oleh.

Biden dijadwalkan untuk melawat ke Serbia dan Kosovo minggu ini sebagai kunjungan terakhirnya sebagai wakil presiden Amerika di negara-negara Balkan itu. [my/al]

XS
SM
MD
LG