Tautan-tautan Akses

Wapres AS dan PM Jepang Kecam Zona Pertahanan Udara China

  • Daniel Schearf

Wapres AS Joe Biden (kiri) dan PM Jepang Shinzo Abe berjabat tangan sebelum pertemuan mereka di Tokyo, Selasa (3/12).

Wapres AS Joe Biden (kiri) dan PM Jepang Shinzo Abe berjabat tangan sebelum pertemuan mereka di Tokyo, Selasa (3/12).

Wapres AS Joe Biden dan PM Jepang Shinzo Abe dalam konferensi pers hari Selasa (3/12) di Tokyo mengatakan, pengumuman zona pertahanan udara China di Laut China Timur tidak bisa ditolerir.

Wakil Presiden Amerika Joe Biden dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan pengumuman zona pertahanan udara China di Laut China Timur tidak bisa ditolerir dan meningkatkan resiko salah perhitungan yang mengarah pada konflik.

Tindakan sepihak China membuat marah negara-negara tetangganya karena zona itu tumpang tindih dengan wilayah yang dipersengketakan.

Wakil presiden Amerika Joe Biden hari Selasa (3/12) bertemu dengan para pejabat Jepang termasuk Perdana Menteri Shinzo Abe pada awal lawatan selama seminggu ke Asia.

Lawatan yang sejak lama dijadwalkan ke kawasan itu sebelumnya difokuskan untuk meningkatkan perhatian Amerika di Asia dan upaya-upaya merundingkan perjanjian perdagangan trans Pasifik. Tapi pengumuman China mengenai zona pertahanan udara/ ADIZ bulan November membuat Amerika, Jepang dan Korea Selatan waspada.

China mengatakan setiap pesawat yang terbang melintasi zona tersebut di Laut China Timur harus memberitahukan rencana penerbangannya kepada China. China juga mengaku berhak menolak masuk pesawat siapapun ke wilayah udara itu. Tapi zona itu tumpang tindih dengan perairan internasional dan wilayah yang dikelola oleh Jepang dan Korea Selatan.

Dalam konferensi pers gabungan setelah pertemuan mereka, Wapres Biden mengatakan Amerika sangat prihatin dengan tindakan perubahan status quo di Laut China Timur itu. "Tindakan ini telah meningkatkan ketegangan wilayah dan resiko insiden serta salah perhitungan," ujar Biden.

Biden mengatakan peningkatan resiko itu terlalu tinggi dan menekankan perlunya mekanisme penanganan krisis dan jalur-jalur komunikasi yang efektif antara China dan Jepang.

Perdana Menteri Shinzo Abe menggaris bawahi keprihatinan itu dan mengatakan tindakan-tindakan China tidak bisa ditolerir. Abe mengatakan, Amerika dan Jepang menegaskan kembali kebijakan-kebijakan dan upaya-upaya termasuk operasi pertahanan diri dan pasukan polisi Jepang tidak akan berubah dan akan bekerja sama secara erat dengan Amerika mengenai isu itu. Ia menambahkan bahwa Amerika dan Jepang juga setuju tidak akan membiarkan begitu saja setiap tindakan yang akan mengancam keamanan penumpang pesawat sipil.

Sebagian media Jepang terkejut ketika Amerika mengatakan, pesawat komersil Amerika harus mematuhi aturan baru China ITU demi keamanan. Jepang juga menginstruksikan penerbangan komersialnya mengabaikan pengumuman China itu.

Korea Selatan berencana menanggapi zona pertahanan China yang tumpang tindih itu dengan memperluas zona udaranya sendiri.

China mengancam akan melakukan langkah-langkah pertahanan yang tidak dirinci bagi setiap pesawat yang mengabaikan aturan baru itu tapi mengatakan tidak akan menembak jatuh pesawat sipil.
XS
SM
MD
LG