Tautan-tautan Akses

Wapres AS Biden: Tersangka Pemboman Boston ‘Sesat’


Wapres AS Joe Biden berbicara dalam upacara pemakaman polisi kampus MIT, Sean Collier, di Cambridge, Massachusetts (24/4).
Wapres AS Joe Biden berbicara dalam upacara pemakaman polisi kampus MIT, Sean Collier, di Cambridge, Massachusetts (24/4).

Wakil Presiden Amerika Joe Biden mengecam kedua tersangka pelaku ledakan bom di Boston sebagai orang sesat dan pengecut.

Wakil Presiden Amerika Joe Biden berbicara dalam upacara pemakaman petugas polisi kampus MIT Boston, yang menurut pihak berwenang ditembak mati oleh kedua tersangka Tamerlan dan Dzhokhar Tsarnaev tiga hari setelah pemboman itu. Joe Biden mempertanyakan mengapa ada orang yang meneror orang-orang tidak bersalah.

Ribuan orang berkumpul di Massachusetts Institute of Technology (MIT) untuk mengenang Sean Collier – polisi kampus yang tewas itu. Joe Biden mengatakan Amerika harus menjaga nilai-nilainya dari ancaman para teroris.

Sementara, isteri Wakil Presiden Amerika Jill Biden mengunjungi memorial bagi korban ledakan bom di Boston dan meletakkan sepasang sepatu olahraga. Jill Biden yang juga seorang pelari, membawa sepasang sepatu olahraganya dan karangan bunga untuk ditinggalkan di memorial di dekat garis finish itu. Ia mengheningkan cipta dan berhenti sejenak. Ia tidak memberi komentar apapun tetapi melambaikan tangan ke arah orang-orang yang menyambutnya.

Dalam perkembangan lainnya, tim penyidik Amerika telah menanyai orang tua kedua tersangka pelaku ledakan di lomba marathon Boston, di Republik Dagestan – Rusia, dalam upaya untuk memastikan apa yang telah mempengaruhi kedua putra mereka dalam beberapa bulan menjelang pemboman itu.

Pihak berwenang Amerika – bekerjasama dengan pasukan keamanan Rusia – menanyai kedua orang tua para tersangka Selasa malam, dan memanggil kembali ibu tersangka – Zubeidat Tsarnaev – untuk ditanyai lebih lanjut hari Rabu.

Tim penyidik terutama ingin mengetahui kontak-kontak yang mungkin dilakukan salah satu tersangka – Tamerlan Tsarnaev – dengan ekstrimis Islamis selama kunjungan enam bulan ke Dagestan dan Chechnya tahun lalu.

Beberapa anggota Kongres Amerika membahas lawatan yang sama hari Selasa sewaktu mereka mengangkat keprihatinan tentang pembagian informasi inteljen antara badan-badan penegak hukum federal. Senator Lindsey Graham mengatakan FBI memberitahunya bahwa instansi itu tidak tahu bahwa Tsarnaev pergi ke Rusia tahun lalu.
XS
SM
MD
LG