Tautan-tautan Akses

Wapres Ajak Pejabat Bersih dan Kompak dalam Ambil Keputusan

  • Iris Gera

Wapres Boediono memberikan sambutan pada seminar 'Era Baru Pengawasan Sektor Keuangan yang Terintegritas' di Jakarta, Rabu (21/12).

Wapres Boediono memberikan sambutan pada seminar 'Era Baru Pengawasan Sektor Keuangan yang Terintegritas' di Jakarta, Rabu (21/12).

Wakil Presiden Boediono berpendapat perekonomian Indonesia butuh pejabat bersih dan bertanggung jawab, dalam sambutannya pada acara seminar bertema 'Era Baru Pengawasan Sektor Keuangan yang Terintegritas” di Jakarta (21/12).

Wakil Presiden Boediono berpendapat perekonomian Indonesia butuh pejabat bersih dan bertanggung jawab. Wapres juga mengingatkan Indonesia jangan pernah mengabaikan kondisi perekonomian global dan harus dihadapinya dengan kebijakan sinergis agar tidak terlampau berdampak negatif terhadap ekonomi di dalam negeri.

Dalam sambutannya pada acara seminar bertema Era Baru Pengawasan Sektor Keuangan yang Terintegritas” di Jakarta, Rabu, Wapres Boediono menegaskan dibutuhkan pejabat yang jujur dan bertanggung jawab dalam menjalankan sektor keuangan karena menurut wapres jangan pernah main-main dalam mendesain tujuan arah perekonomian nasional.

Boediono mengatakan, “Meskipun di atas kertas kita sudah membuat suatu blueprint organisasi, blueprint operasionalisasi yang bagus akhirnya kembali kepada manusianya, pemilihan dari manusia-manusia ini akhirnya menentukan apakah blueprint operasionalnya sukses atau tidak, oleh sebab itu sangat sangat penting pemilihan dari manusia-manusia, dari pejabat-pejabatnya, dari komisioner-komisionernya, mereka harus profesional integritasnya tidak diragukan dan mereka harus benar-benar dedikasi kepada tugasnya, tidak pikirannya kemana-mana.”

Wapres, Boediono juga mengingatkan, dalam menghadapi ketidakpastian perekenomian global akibat dampak negatif dari kondisi ekonomi Eropa dan Amerika, pemerintah Indonesia harus mengantisipasinya dengan kebijakan tepat dan kompak serta bisa dipertangungjawabkan.

“Krisis ini nggak bisa kita abaikan nampaknya dunia kita ini sudah begitu pada tahap dimana krisis atau tekanan-tekanan sektor keuangan bisa terjadi dalam waktu berapa tahun sekali, dan ini yang harus kita siap dan akhirnya memang protocol management crisis sangat-sangat penting, dan disini tentu nanti cara koordinasinya dengan lembaga-lembaga lain Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, ini harus dipikirkan benar-benar dan secara masak-masak jangan sampai ada pada masa krisis ada kemacetan pengambilan keputusan, dan ini akibatnya bisa fatal,” ujar Boediono selanjutnya.

Dalam kesempatan sama, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mendukung penegasan Wapres Boediono. Menkeu menjelaskan, kementerian keuangan juga sangat menjaga anggaran negara dari dampak krisis global. Selain itu menkeu menegaskan apa pun kondisinya dalam menyusun anggaran pemerintah tetap fokus pada kebutuhan masyarakat. Menkeu memberi contoh perkembangan dan perbaikan infrastruktur akan menjadi perhatian utama agar pemerataan ekonomi dapat diwujudkan.

Menkeu Martowardojo menjelaskan, “Kalau ada sesi optimalisasi pada saat pembahasan anggaran untuk diarahkan kepada pembanguan infrastruktur, sekarang pun kalau seandainya ada sisa anggaran agar diarahkan kepada pembangunan infrastruktur mulai dari energi, transportasi, telekomunikasi sampai air, itu semua masuk dalam katagori infrastruktur.”

Menteri Keuangan, Agus Martowardojo juga menambahkan akan terus memantau dan mewaspadai perkembangan ekonomoi global dalam menjalankan proses perekonomian tahun depan.

XS
SM
MD
LG