Tautan-tautan Akses

Wanita Terkenal Afghanistan Dideportasi dari Pakistan


Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani (kanan) menemui Sharbat Gulla di Istana Presiden di Kabul, Afghanistan, 9 November 2016.

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani (kanan) menemui Sharbat Gulla di Istana Presiden di Kabul, Afghanistan, 9 November 2016.

Gulla dan empat anaknya diserahkan kepada pihak berwenang Afghanistan di tempat penyeberangan perbatasan Torkham, kira-kira 60 kilometer sebelah barat-daya kota Pakistan, Peshawar, sebelum subuh hari Rabu.

Pakistan hari Rabu (9/11) mendeportasi “perempuan Afghanistan” yang bermata hijau yang terkenal di seluruh dunia karena fotonya pernah menjadi sampul majalah National Geographic. Ia dipulangkan ke negara kelahirannya Afghanistan setelah pengadilan mendapatinya bersalah atas tuduhan membawa KTP Pakistan yang palsu dan tinggal di negara itu secara gelap.

Kasus Sharbat Gulla itu telah menarik perhatian international dan kecaman terhadap pemerintah Pakistan atas perlakukan yang dianggap terlalu keras terhadap pengungsi yang telah menjadi ikon itu.

Gulla dan empat anaknya diserahkan kepada pihak berwenang Afghanistan di tempat penyeberangan perbatasan Torkham, kira-kira 60 kilometer sebelah barat-daya kota Pakistan, Peshawar, sebelum subuh hari Rabu.

Seorang penjual di Islamabad, Pakistan, memperlihatkan sebuah majalah National Geographic yang menampilkan foto Sharbat Gulla yang menjadi ikon majalah tersebut, 26 Oktober 2016. (Foto: dok).

Seorang penjual di Islamabad, Pakistan, memperlihatkan sebuah majalah National Geographic yang menampilkan foto Sharbat Gulla yang menjadi ikon majalah tersebut, 26 Oktober 2016. (Foto: dok).

Sebelumnya, Gulla yang kelihatan tidak gembira itu, yang mengenakan pakaian tradisional perempuan burqa yang berwarna biru, dan anak-anaknya dibawa dari Peshawar ke perbatasan dengan konvoi, yang mencakup beberapa pejabat Afghanistan, kata seorang pejabat pemerintah setempat Fayaz Khan.

Di tempat penyeberangan, Gulla berpaling sekali ke belakang ke wilayah Pakistan dan membisikkan ucapan selamat bagi rakyat Pakistan – tempat tinggalnya selama bertahun-tahun, menurut dua pejabat bea-cukai di tempat tersebut. Para pejabat itu berbicara kepada Associated Press dengan syarat nama mereka jangan disebut karena mereka tidak berwenang berbicara kepada media.

Gulla ditangkap bulan Oktober atas tuduhan membawa KTP Pakistan yang palsu dan tinggal di Pakistan secara illegal. Pengadilan Peshawar kemudian memerintahkannya dideportasi. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG