Tautan-tautan Akses

AS

Walikota New York Dikirimi Surat Beracun


Walikota New York, Michael Bloomberg dikirimi dua pucuk surat yang mengandung zat beracun ricin (foto: dok).

Walikota New York, Michael Bloomberg dikirimi dua pucuk surat yang mengandung zat beracun ricin (foto: dok).

Kepolisian Kota New York mengatakan dua pucuk surat yang dikirim kepada Walikota Michael Bloomberg telah dites positif mengandung racun maut ricin.

Satu dari surat tersebut dibuka hari Jumat (24/5) di sarana penyortiran surat New York dan satu lagi dibuka hari Minggu (26/5) di kantor Walikota Menentang Senjata-api Ilegal di Washington – organisasi yang didirikan oleh Walikota Michael Bloomberg.

Seorang jurubicara kepolisian mengatakan kedua pucuk surat itu mengancam walikota tersebut dan menyebut organisasi anti-senjata apinya. Jurubicara itu mengatakan polisi yang sempat menyentuh surat New York itu menunjukkan gejala ringan terkena ricin.

Sementara, Walikota Kota New York Michael Bloomberg mengatakan surat yang tercemar racun yang dikirim ke kantornya tampaknya terkait dengan kampanyenya mengenai pengawasan senjata api.

Bloomberg berbicara kepada wartawan Rabu malam (29/5) setelah racun maut ricin ditemukan di dua pucuk surat yang dikirim kepada walikota itu. Ia mengatakan paling sedikit satu dari surat-surat tersebut menyebut usahanya akan undang-undang pengawasan senjata api yang lebih ketat.

Bloomberg adalah pengurus utama Walikota Menentang Senjata-api Ilegal, organisasi yang dibentuk tahun 2006 dengan pertemuan 15 walikota. Kelompok itu sekarang terdiri dari lebih 950 walikota dari seluruh Amerika.

Organisasi itu mempergencar usahanya tahun ini setelah seorang pria bersenjata menewaskan 26 orang, sebagian besar anak-anak, di Newtown, Connecticut. Organisasi itu mendukung kampanyenya dengan usaha iklan $12 juta, yang didanai sebagian dari kekayaan pribadi Bloomberg.

Tidak jelas apakah surat tersebut mempunyai hubungan dengan surat yang tercemar ricin yang dikirim bulan lalu kepada Presiden Barack Obama, seorang Senator Amerika, dan seorang hakim negara bagian Mississippi. Seorang tersangka dalam kasus itu sudah ditahan.
XS
SM
MD
LG