Tautan-tautan Akses

AS

Walikota Kota Besar Dunia Berusaha Atasi Dampak Perubahan Iklim


Walikota kota besar dunia (kiri-kanan Eckart Wurzner dari Heidelberg, Won Soon Park dari Seoul, Babatunde Fashola dari Lagos, Franklyn Tau dari Johannesburg, Michael Bloomberg dari New York, Eduardo Paes dari Rio de Janeiro, Eduardo Macri dari Buenos Aires dan Gilberto Kassab dari Sao Paulo.

Walikota kota besar dunia (kiri-kanan Eckart Wurzner dari Heidelberg, Won Soon Park dari Seoul, Babatunde Fashola dari Lagos, Franklyn Tau dari Johannesburg, Michael Bloomberg dari New York, Eduardo Paes dari Rio de Janeiro, Eduardo Macri dari Buenos Aires dan Gilberto Kassab dari Sao Paulo.

Lebih separuh penduduk dunia tinggal di perkotaan. Minggu ini, para walikota dari kota-kota besar dunia bertemu di Johannesburg untuk membahas dampak perubahan iklim dan apa yang bisa mereka lakukan untuk mengatasinya.

Dalam beberapa tahun ini, cuaca buruk melanda wilayah perkotaan lebih parah daripada sebelumnya, mulai dari angin ribut di Hong Kong, badai salju di New York hingga gelombang panas di Rio de Janeiro.

Lebih dari 3,5 miliar penduduk dunia tinggal di perkotaan. Wilayah perkotaan menggunakan lebih dua pertiga konsumsi energi dunia dan menghasilkan lebih 70 persen emisi karbon dioksida global.

Para walikota dari lebih 40 kota besar dunia bertemu di Johannesburg membahas cara mengatasi perubahan iklim di kota mereka masing-masing.

Tuan rumah konferensi itu, walikota Johannesburg Mpho Parks Tau, mengatakan para pengelola kota memahami dampak perkotaan terhadap iklim dunia.

Mpho Parks Tau mengatakan “Pemerintah kota bertanggungjawab atas perencanaan dan penyediaan transportasi publik. Kami juga bertanggungjawab atas pengelolaan jaringan listrik, air, sanitasi, pengelolaan lingkungan seperti kontrol dan standar bangunan di kota Johannesburg. Kami yakin hal-hal itu berdampak nyata pada perubahan iklim.”

Di belahan dunia lainnya, Annise Parker, walikota Houston di Amerika mengatakan kotanya yang dikenal sebagai basis banyak perusahaan minyak, melakukan banyak terobosan.

Parker mengatakan “Dalam tujuh tahun ini, kota Houston telah mengurangi emisi gas rumah kacanya sebesar 26 persen. Kini, saya berjanji dalam dua tahun mendatang kami akan mengurangi lagi 10 persen, 5 persen per tahun.”

Mantan walikota New York Michael Bloomberg banyak dipuji sebagai pelopor berbagai upaya tersebut.

“Upaya kami membersihkan udara di kota New York telah meningkatkan usia harapan hidup. Usia harapan hidup di kota itu kini naik tiga tahun dibanding rata-rata nasional Amerika, dan itu tercapai hanya dalam 12 tahun ini. Jadi kita benar-benar bisa melakukan perubahan,” ujar Bloomberg.

Para walikota itu mengatakan yakin berbagai upaya mereka dapat ikut mengatasi perubahan iklim dan membuat warga kota lebih nyaman dalam jangka panjang.
XS
SM
MD
LG