Tautan-tautan Akses

AS

Walikota Ferguson Minta Tambahan Pasukan


Demonstran merusak mobil polisi dekat Balai Kota Ferguson di Missouri (25/11). (AP/David Goldman)

Demonstran merusak mobil polisi dekat Balai Kota Ferguson di Missouri (25/11). (AP/David Goldman)

Gubernur Missouri menanggapinya dengan memerintahkan hampir tiga kali lipat jumlah pasukan ke Ferguson dalam usaha untuk mencegah satu lagi malam kerusuhan.

Walikota Ferguson, negara bagian Missouri di AS yang dilanda kerusuhan mengatakan pasukan Garda Nasional tidak dikerahkan pada waktunya untuk menumpas kerusuhan di sana setelah dewan juri memutuskan untuk tidak mendakwa seorang polisi kulit putih atas penembakan seorang pemuda kulit hitam yang tidak bersenjata sampai tewas.

Walikota James Knowles, Selasa (25/11), meminta kepada gubernur Missouri agar mengirim lebih banyak sumber daya ke kota itu, untuk mencegah penghancuran lebih jauh terhadap aset kota dan ancaman terhadap mata pencaharian warga.

Gubernur Jay Nixon menanggapinya dengan memerintahkan hampir tiga kali lipat jumlah pasukan ke Ferguson dalam usaha untuk mencegah satu lagi malam kerusuhan.

Kekerasan dan penjarahan meledak di pinggiran kota St Lous itu Senin malam setelah dewan juri tidak mau mendakwa polisi Darren Wilson dalam penembakan Michael Brown yang berusia 18 tahun. Para pejabat distrik St.Louis mengatakan 61 orang ditangkap atas berbagai tuduhan.

Presiden Barack Obama mengecam tindak pengrusakan tersebut dengan mengatakan mereka adalah penjahat dan orang-orang tak bertanggung jawab yang harus dituntut di pengadilan.

Namun presiden kulit hitam pertama Amerika itu mengatakan ia memaklumi banyak orang kecewa oleh keputusan dewan juri itu.

Ia mengatakan kekecewaan para pemrotes mempunyai “akar yang mendalam dalam banyak masyarakat kulit berwarna yang mempunyai anggapan bahwa undang-undang kita tidak selalu ditegakkan secara seragam atau secara adil.”

XS
SM
MD
LG