Tautan-tautan Akses

AS

Polisi Tembak Remaja Kulit Hitam, Walikota Chicago Minta Maaf


Walikota Chicago Rahm Emanuel meminta maaf atas penembakan brutal polisi hari Rabu (9/12).

Walikota Chicago Rahm Emanuel meminta maaf atas penembakan brutal polisi hari Rabu (9/12).

Walikota Chicago Rahm Emanuel Rabu (9/12) meminta maaf atas penembakan brutal polisi tahun lalu, namun demonstran menuntutnya untuk mundur.

Walikota Chicago Rahm Emanuel hari Rabu (9/12) meminta maaf atas penembakan brutal polisi tahun lalu terhadap remaja kulit hitam usia 17 tahun, tapi demonstran masih menuntut agar walikota itu mundur.

Emanuel sembari menahan air mata dalam pertemuan khusus dewan kota, mengatakan bertanggung jawab atas apa yang terjadi di bawah pengawasannya. Ia juga mengatakan kalau Chicago akan mulai proses penyembuhan maka langkah pertama untuk itu adalah langkah dari dirinyanya, dan untuk itu, ia menyampaikan penyesalannya.

Walikota itu mengatakan tidak bisa diterima polisi Chicago memperlakukan warga kulit hitam khususnya anak-anak muda berbeda dari warga kulit putih dan ia menyesalkan orang tua kulit hitam harus mengatakan kepada anak-anak mereka agar berhati-hati dengan polisi.

Rahm mengatakan tidak seorangpun yang tinggal di Chicago “warga kelas dua”.

Pelatihan yang lebih baik bagi polisi termasuk diantara reformasi departemen kepolisian yang dijanjikan Emanuel. Langkah-langkah lainnya termasuk panel khusus untuk menyelidiki praktek-praktek internal polisi dan membuka kembali kasus-kasus penembakan oleh polisi yang sebelumnya disimpulkan sebagai memenuhi syarat.

Ucapan Emanuel tampaknya tidak banyak berdampak pada penduduk kulit hitam maupun kulit putih Chicago yang berdemonstrasi melewati distrik perbelanjaan utama di kota itu yang dikenal sebagaiMagnificent Mile untuk menuntut pengunduran walikota itu.

Sebagian mengatakan departemen kepolisian menahan fakta-fakta dalam penembakan remaja kulit hitamLaquan McDonald oleh polisi kulit putih Jason Van Dyke.

Video dari mobil polisi mengenai insiden itu menunjukkan Van Dyke melepaskan tembakan ke arah McDonald ketika remaja itu berjalan meninggalkan polisi. Van Dyke menembak McDonald 16 kali dengan beberapa tembakan meskipun ia sudah tergeletak.

Van Dyke sudah dipecat dan dikenai tuduhan melakukan pembunuhan. Kepala polisi Garry McCarthy juga mengundurkan diri.

Banyak demonstran yang berdemo di pusat kota hari Rabu menuduh polisi berusaha menutupi keadaan yang sebenarnya seputar penembakan itu. Dokumen-dokumen polisi yang baru dirilis mengatakan McDonald tampak lebih berbahaya dan tidak stabil dibandingkan dengan yang tampak pada video itu. Departemen Kehakiman Amerika sedang menyelidiki penembakan McDonald itu. [my/jm]

XS
SM
MD
LG