Tautan-tautan Akses

Partai Berkuasa Kamboja Bungkam Oposisi, Pecat Wakil Ketua Parlemen


Pemimpin senior partai oposisi dan wakil ketua parlemen Kamboja, Kem Sokha, berbicara dengan wartawan di Phnom Penh. (Foto: Dok)

Pemimpin senior partai oposisi dan wakil ketua parlemen Kamboja, Kem Sokha, berbicara dengan wartawan di Phnom Penh. (Foto: Dok)

Pemecatan Kem Sokha dengan suara 68-0 adalah hasil usaha Perdana Menteri Hun Sen untuk mendepak pengecamnya yang paling keras.

Seorang pemimpin senior partai oposisi Kamboja telah dipecat dari jabatannya sebagai wakil ketua parlemen dalam pemungutan suara mendadak hari Jumat (30/10) yang dihadiri hanya oleh partai yang berkuasa.

Pemecatan Kem Sokha dengan suara 68-0 adalah hasil usaha Perdana Menteri Hun Sen untuk mendepak pengecamnya yang paling keras. Pemungutan suara itu tidak termasuk dalam agenda Majelis Nasional atau parlemen.

Para anggota Partai Pertolongan Nasional Kamboja (CNRP) yang beroposisi terkejut ketika pemungutan suara mengenai pemberhentian Kem Sokha diumumkan. Ke-55 anggota parlemennya dalam majelis yang beranggotakan 123 itu memutuskan untuk memboikot pemungutan suara itu sebagai protes. Kem Sokha tidak hadir dalam parlemen.

Hun Sen dan para anggota partainya telah lama berkampanye untuk mengeluarkannya, dan baru-baru ini dua anggota oposisi CNRP parlemen dipukuli dengan keras oleh massa yang menyerukan peletakan jabatan Kem Sikha. Kedua pria itu sedang menjalani pengobatan di Bangkok dan Kem Sokha terbang ke sana untuk mengunjungi mereka.

Hun Sen telah berkuasa selama hamper 30 tahun. Meski Kamboja secara resmi merupakan negara demokrasi, pemerintahannya otoriter dan terkenal mengintimidasi lawan-lawannya.

Hubungan antara pemerintah dan oposisi memburuk sebelumnya tahun ini setelah CNRP berusaha mengedarkan isu dengan menuduh tetangga Vietnam yang mempunyai hubungan baik dengan pemerintahan Hun Sen, mencuri tanah. [gp]

XS
SM
MD
LG