Tautan-tautan Akses

Wahana Antariksa Eropa Bekerja Baik di Komet


Gambar model wahana antariksa Philae yang berhasil mendarat di komet 67P/Churyumov-Gerasimenko Rabu 12/11 (foto: ilustrasi).

Gambar model wahana antariksa Philae yang berhasil mendarat di komet 67P/Churyumov-Gerasimenko Rabu 12/11 (foto: ilustrasi).

Pejabat Badan Antariksa Eropa atau ESA, Kamis (13/11) mengatakan, wahana Philae bekerja dengan baik di komet dan terus mengirimkan data ke Bumi.

Para pejabat di European Space Agency atau ESA (Badan Antariksa Eropa) mengatakan sebuah pesawat kecil dipastikan mendarat di permukaan sebuah komet berjarak jauh setelah pendaratan yang kasar dan tidak pasti.

Kamis (13/11) pagi, badan itu merilis sebuah gambar yang diambil oleh pesawat Philae dari permukaan Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko yang berbatu-batu. Foto itu menunjukkan Philae bertumpu pada satu sudutnya, tetapi para pengendali di bumi mengatakan pesawat itu bekerja dengan baik dan mengirimkan data.

Philae menjadi obyek buatan manusia pertama yang pernah mendarat di sebuah komet ketika pesawat itu mendarat hari Rabu, tujuh jam setelah terlepas dari Rosetta, pesawat induknya.

Para pejabat ESA mengatakan pesawat itu memantul di permukaan komet paling tidak sekali karena alat pencakar, yang dirancang sebagai jangkar Philae ke permukaan komet, tidak berfungsi. Namun hal ini tidak mempengaruhi sistem komunikasi Philae yang tetap mengirimkan data ke Bumi.

Hari Rabu (12/11) usai pendaratan di komet, Manajer Pusat Antariksa Jerman Stephan Ulamec mengatakan, “(Wahana antariksa) Philae menyampaikan informasi pada kami. Pertama, Philae menyampaikan bahwa alat pencakar sudah ditembakkan dan piranti pendaratan sudah dimasukkan kedalam pesawat, sehingga posisi Philae kini tepat di atas permukaan komet, dan Philae terus mengirim lebih banyak data kepada kami.”

Pendaratan itu merupakan puncak perjalanan selama 10 tahun dari bumi. Pesawat antariksa Rosetta telah mengorbit komet sejak benda angkasa itu masih berada sekitar enam milyar kilometer dari bumi, sejak bulan Agustus lalu. Kini setelah mendarat, Philae akan memulai serangkaian eksperimen ilmiah untuk mengetahui komposisi organik dan non-organik komet tersebut.

Misi itu dinilai beresiko tinggi, karena belum diketahuinya kondisi permukaan komet dan adanya masalah dengan roket pendorong yang seharusnya menjaga supaya Philae tidak terpantul ke antariksa.

Para pejabat ESA bertepuk tangan dan saling berpelukan di ruang misi tersebut di Darmstadt, Jerman, ketika memperoleh kepastian bahwa pesawat antariksa tidak berawak Rosetta berhasil melepas pendarat Philae yang seukuran mesin cuci, dengan berat mencapai sekitar 100 kilogram.

XS
SM
MD
LG