Tautan-tautan Akses

AS

Vonis Pengadilan AS Pusatkan Perhatian Pada Perekrutan Teroris


Jaksa penuntut AS Andrew Luger (kanan) menjelaskan tuduhan terorisme terhadap enam pria dari Minnesota di Minneapolis (20/4). (AP/Andy Clayton-King)

Jaksa penuntut AS Andrew Luger (kanan) menjelaskan tuduhan terorisme terhadap enam pria dari Minnesota di Minneapolis (20/4). (AP/Andy Clayton-King)

Komunitas etnis Somalia di AS diminta untuk tidak menutup mata dan terus menyangkal bahwa anggota kelompok mereka merupakan target perekrutan ISIS.

Ketua jaksa penuntut di negara bagian Minnesota mengatakan vonis baru-baru ini terhadap tiga warga Amerika keturunan Somalia atas tuduhan terorisme harus "membangkitkan kesadaran" komunitas lokal etnis Somalia yang katanya masih terus "menyangkal" bahwa anggota masyarakat mereka menjadi target perekrutan oleh Negara Islam (ISIS).

Jaksa penuntut Amerika Andrew Luger berbicara setelah sebuah pengadilan di Minnesota memvonis tiga orang bersalah karena berkonspirasi memberi dukungan material kepada kelompok ISIS dan berkonspirasi melakukan pembunuhan di luar negeri.

Kantor kejaksaan pimpinan Andrew Luger mendakwa 10 orang, satu orang diantaranya telah melakukan perjalanan ke Suriah dan bergabung dengan ISIS.

Enam orang lainnya mengaku bersalah, sementara tiga orang - Mohamed Farah, Guled Omar dan Abdirahman Daud - semua berusia awal 20-tahunan, memutuskan untuk menjalani proses pengadilan.

"Karena para terdakwa ini memutuskan untuk diadili, maka kami dapat menyoroti masalah perekrutan teror di lingkungan kita sendiri, dan kita semua harus melakukan apapun yang diperlukan untuk menghentikannya," kata Andrew Luger kepada para wartawan di gedung pengadilan Minnesota setelah pembacaan keputusan pengadilan.

Tapi Andrew Luger mengindikasikan pemerintah tidak menerima dukungan penuh yang dibutuhkan dari masyarakat.

"Salah satu kendala untuk mencegah perekrutan teror di Minnesota adalah kegigihan ISIS, mereka berusaha menyampaikan pesan yang kuat tapi tidak benar, tapi ada kendala kedua dalam menghentikan penyangkalan atas perekrutan ini," katanya.

"Beberapa orang terus menyangkal adanya perekrutan teror. Orang-orang tidak bisa menutup mata dari kenyataan," ujar Andrew Luger. [zb]

XS
SM
MD
LG