Tautan-tautan Akses

Virus Zika Dikhawatirkan Picu Aborsi Ilegal


Para perempuan yang sedang hamil menunggu pemeriksaan di kota San Salvador, El Salvador (29/1).

Para perempuan yang sedang hamil menunggu pemeriksaan di kota San Salvador, El Salvador (29/1).

Beberapa negara di Amerika Latin memutuskan menasihati perempuan untuk menunda kehamilan, ketimbang menyediakan layanan aborsi.

Dokter, pakar kesehatan publik, dan organisasi hak-hak perempuan prihatin bahwa kaitan kuat antara virus Zika dan microcephaly, cacat janin yang menyebabkan kepala susut dan kerusakan otak pada bayi yang lahir, akan menyebabkan perempuan di Amerika Latin mengusahakan aborsi ilegal.

Beberapa negara di Amerika Latin memutuskan menasihati perempuan untuk menunda kehamilan, ketimbang menyediakan layanan aborsi. Perempuan miskin di negara-negara ini hanya punya sedikit akses ke keluarga berencana dan banyak dari mereka tidak mampu membeli bahan pembasmi nyamuk guna menghindari virus yang dikandung nyamuk itu.

Virus itu terutama menyerang Brazil, sebuah negara yang mayoritas penduduknya Katolik. Aborsi yang gagal di klinik-klinik gelap telah menjadi sebab utama kematian ibu di Brazil.

Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO menyelenggarakan pertemuan darurat pada Senin guna memutuskan apakah ancaman Zika ini harus digolongkan sebagai krisis kesehatan global.

Organisasi Kesehatan Sedunia, Pusat Pengendalian Penyakit Amerika, dan Organisasi Kesehatan Pan-Amerika telah memperingatkan, virus Zika ini menyebar cepat di kawasan Amerika Selatan, dan bisa mengancam sebanyak empat juta orang.

Zika adalah penyakit virus yang menyebar dari manusia ke manusia lewat gigitan nyamuk.

Pusat Pengendalian Penyakit Amerika juga memperingatkan perempuan hamil agar jangan melakukan perjalanan ke kawasan itu akibat perebakan virus Zika ini. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG