Tautan-tautan Akses

Vietnam Didesak Batalkan Dakwaan atas Mantan Pemred


Mantan pemred, Kim Quoc Hoa didakwa telah mengungkapkan informasi rahasia terkait keamanan nasional Vietnam (foto: dok).

Mantan pemred, Kim Quoc Hoa didakwa telah mengungkapkan informasi rahasia terkait keamanan nasional Vietnam (foto: dok).

Pemerintah Vietnam didesak agar “membatalkan tuduhan palsu” terhadap Kim Quoc Hoa, mantan pemimpin redaksi surat kabar Lansia.

Sebuah organisasi berbasis di New York yang mempromosikan kebebasan pers telah meminta Vietnam agar “membatalkan tuduhan palsu” terhadap Kim Quoc Hoa, mantan pemimpin redaksi surat kabar Lansia.

Komite untuk Melindungi Wartawan itu juga meminta Vietnam agar “memungkinkan media untuk memainkan perannya tanpa takut akan pembalasan.”

Hoa awal pekan ini didakwa telah “mengungkapkan informasi rahasia yang berkaitan dengan keamanan nasional” dan “menyalahgunakan kebebasan dan hak-hak demokratis dalam penerbitan artikel yang menyebarluaskan informasi palsu,” tindak pidana berdasarkan Pasal 258 KUHP Vietnam.

Blogger Huynh Ngoc Chenh, mantan redaktur pelaksana surat kabar Thanh Nien (Pemuda), mengatakan kepada VOA bahwa kalangan media Vietnam telah diguncang dengan penuntutan. Chenh menambahkan bahwa Hoa adalah editor senior pertama dari surat kabar milik pemerintah yang dituntut berdasarkan pasal 258, undang-undang anti-negara yang tidak jelas dan secara luas dikritik oleh kelompok-kelompok HAM karena mengkriminalisasikan perbedaan pendapat.

Dalam beberapa tahun terakhir, surat kabar Lansia melancarkan investigasi besar-besaran terhadap penyalahgunaan dana negara. Akibat penyelidikan itu pemerintah menerbitkan surat teguran kepada beberapa pejabat senior.

XS
SM
MD
LG