Tautan-tautan Akses

Vietnam akan Bantu Nelayan yang Ditangkap di Wilayah Sengketa


Tentara Angkatan Laut Vietnam siaga menjaga salah satu pulau di Kepulauan Spratly yang disengketakan (foto: dok).

Tentara Angkatan Laut Vietnam siaga menjaga salah satu pulau di Kepulauan Spratly yang disengketakan (foto: dok).

PM Vietnam menjanjikan bantuan itu setelah sebuah kapal Vietnam diduga diserang oleh kapal China dekat kepulauan Paracel yang disengketakan di Laut China Selatan.

Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung berjanji akan menciptakan kondisi kerja yang lebih baik bagi satu juta lebih nelayan yang katanya berperan dalam melindungi kedaulatan negara itu di wilayah Laut China Selatan yang disengketakan.

Dalam sebuah pidato minggu ini, Dung menanyai menteri-menteri yang terkait untuk menerapkan kebijakan kredit yang nyata seperti kredit yang lebih murah untuk membangun kapal-kapal penangkap ikan yang lebih baik.

Komentarnya keluar beberapa hari setelah sebuah kapal Vietnam diduga diserang oleh kapal China yang tidak dikenal dekat kepulauan Paracel yang disengketakan di Laut China Selatan. Vietnam dan Beijing belum secara resmi mengomentari insiden tersebut yang dilaporkan secara luas di media Vietnam.

Vo Van Trac, wakil ketua Masyarakat Nelayan Vietnam, menyambut baik pidato Dung itu. Ia mengatakan pada VOA bahwa salah satu isu mendesak adalah menyediakan modal cukup untuk kegiatan nelayan.

Nelayan yang sering melaut sampai ke wilayah sengketa di Laut China Selatan itu mengatakan mereka selama ini meminjam uang dari tengkulak untuk mengongkosi kegiatan mereka dan bahkan membayar pajak yang dikenakan oleh China.

Perdana Menteri Vietnam menyebut masalah ini dalam pidatonya dengan mengatakan negara seharusnya tidak membiarkan nelayannya terus meminjam uang dari “lintah darat”.
XS
SM
MD
LG