Tautan-tautan Akses

Pemimpin Venezuela, Saudi Bahas Harga Minyak Dunia


Presiden Venezuela Nicolas Maduro berkunjung ke Arab Saudi untuk membahas harga minyak dunia (foto: dok).

Presiden Venezuela Nicolas Maduro berkunjung ke Arab Saudi untuk membahas harga minyak dunia (foto: dok).

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Salman membahas harga minyak dunia dalam pertemuan di Riyadh, hari Minggu (11/1).

Presiden Venezuela Nicolas Maduro hari Minggu (11/1) bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Salman, sehari setelah perundingan dengan pemimpin tertinggi Iran yang memusatkan perhatian pada anjloknya harga minyak dunia.

Kantor berita Arab Saudi SPA melaporkan kedua pemimpin itu membahas beberapa bidang kerjasama antar kedua negara anggota OPEC itu dan upaya meningkatkan hubungan bilateral.

Pernyataan singkat yang dikeluarkan tidak menjelaskan hasil pertemuan itu, dan hanya menyatakan bahwa Menteri Urusan Minyak Arab Saudi Ali Naimi dan Menteri Urusan Minyak Venezuela Asdrubal Chavez ikut menghadiri pertemuan tersebut.

Harga minyak dunia anjlok lebih dari 55% sejak bulan Juni lalu menjadi kurang dari 50 dolar per barel, yang membebani negara-negara penghasil minyak seperti Venezuela dan Iran. Arab Saudi memiliki cadangan keuangan yang kuat untuk mengimbangi anjloknya harga minyak tersebut, tetapi Venezuela yang kekurangan anggaran menjadi sangat rentan.

Beberapa analis memperkirakan harga minyak harus berada di kisaran 110 dolar per barel supaya Venezuela bisa memenuhi kewajiban-kewajiban keuangannya.

Arab Saudi – sebagai penghasil minyak terbesar OPEC – telah menolak memangkas produksi meski Venezuela dan beberapa negara lain bersedia melakukannya. Menteri Urusan Minyak Arab Saudi Ali Naimi menilai pembatasan produksi tidak akan menimbulkan dampak pada harga minyak dunia, justru mengikis pasar saham negara kerajaan itu.

Laporan Merril Lynch Global Research – Bank of Amerika baru-baru ini menyatakan pasokan minyak masih melewati permintaan, sehingga mungkin membuat harga minyak pada kwartal pertama tahun 2015 ini kembali merosot. Laporan itu menyatakan ada peningkatan resiko anjloknya harga minyak mentah Amerika menjadi di bawah 35 dolar per barel, sementara harga minyak jenis Brent menjadi 40 dolar per barel.

XS
SM
MD
LG