Tautan-tautan Akses

Venezuela Gelar Pilpres Pengganti Mendiang Chavez


Nicolás Maduro (kiri) dan Henrique Capriles, kandidat presiden Venezuela dalam pemilihan presiden pengganti mendiang Hugo Chaves, Minggu (14/4).

Nicolás Maduro (kiri) dan Henrique Capriles, kandidat presiden Venezuela dalam pemilihan presiden pengganti mendiang Hugo Chaves, Minggu (14/4).

Rakyat Venezuela menggelar pemilu khusus guna memilih presiden pengganti mendiang Hugo Chavez, Minggu (14/4).

Masa kampanye berlangsung penuh serangan-serangan pribadi dan nada keras dari kedua calon Presiden Venezuela. Keduanya adalah presiden sementara Nicolas Maduro, yang sempat dicalonkan Chavez, dan pemimpin oposisi Henrique Capriles.

Maduro, seorang bekas pengemudi bus dan menteri luar negeri berusia 50 tahun, memulai kampanye dengan keunggulan besar yang semakin menyusut menjelang hari pemilu.

Capriles adalah gubernur berusia 40 tahun yang perolehan suaranya kalah sebesar 11 persen dalam pemilu tahun lalu dari Chavez. Capriles menuduh Maduro dan pemerintahan Chavez tidak melakukan cukup banyak untuk membereskan masalah ekonomi, kelangkaan pangan dan peningkatan angka kejahatan di Venezuela.

Maduro mempromosikan masa lalunya dari kelas buruh dan mengatakan Capriles, yang dari kelas menengah, tidak memahami rakyat miskin. Maduro mengatakan ia akan melanjutkan apa yang disebutnya revolusi Chavez, yang menurut para pendukungnya adalah menggunakan keuntungan dari minyak untuk mengangkat jutaan rakyat keluar dari kemiskinan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG