Tautan-tautan Akses

Vaksin Zika Masih Lama, WHO Sarankan Hindari Gigitan Nyamuk


Sampel nyamuk yang dikumpulkan dari berbagai lokasi diteliti di sebuah laboratorium di Cucuta, Kolombia untuk meneliti efektivitas penyemprotan insektisida (foto; dok). Salah satu daerah di Kolombia, Norte de Santander, termasuk daerah yang parah terpapar virus Zika.

Sampel nyamuk yang dikumpulkan dari berbagai lokasi diteliti di sebuah laboratorium di Cucuta, Kolombia untuk meneliti efektivitas penyemprotan insektisida (foto; dok). Salah satu daerah di Kolombia, Norte de Santander, termasuk daerah yang parah terpapar virus Zika.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mengatakan, cara terbaik untuk menghindari penularan virus Zika adalah, mencegah gigitan nyamuk, karena pengembangan vaksin akan memakan waktu lama.

Para pejabat kesehatan dari Amerika, Brazil, dan negara-negara yang terjangkit virus itu mengatakan kepada anggota Dewan Ekonomi dan Sosial PBB pekan lalu, bahwa upaya di seluruh dunia berpusat pada pengawasan, tanggapan, dan penelitian.

Para pejabat kesehatan mengatakan, Zika bukan virus baru. Zika ditemukan pada tahun 1947 di Uganda dan tidak mempengaruhi manusia sampai tahun 1960-an. Gejala-gejala yang diperlihatkan sering membuat orang keliru dan mengira itu demam berdarah atau chickungunya. Tapi sejumlah besar penularan sejak tahun lalu telah membeberkan dampak baru dan lebih berbahaya dari virus itu.

Patrick Kachur, pejabat kesehatan AS (CDC) mengatakan, "Situasinya berubah dengan cepat, seperti yang mungkin disadari oleh setiap orang, dan sebagai akibatnya kami mempelajaru Zika hampir tiap hari."

Penelitian lebih jauh diperlukan untuk menentukan apakah Zika menyebabkan cacat lahir seperti microcefaly, atau bayi lahir dengan kepala kecil atau abnormal, mempengaruhi syaraf dan penyakit lainnya. Para pejabat mengatakan untuk saat ini mereka memusatkan perhatian pada upaya mengurangi populasi nyamuk dan mendidik masyarakat tentang bagaimana melindungi diri mereka sendiri.

Sebuah delegasi dari Haiti menyatakan keprihatinannya bahwa virus Zika mungkin memiliki dampak buruk pada negara miskin itu.

"Dalam hal pendanaan, kami dihadapkan pada situasi darurat. Kami berada pada akhir musim kemarau dan sementara belum banyak penularan dilaporkan, tetapi kami yakin kalau musim hujan tiba bulan depan, kita mungkin akan menyaksikan lebih banyak penularan virus Zika dan penyakit lain yang dibawa oleh nyamuk," kata Mourad Wahba.

WHO memperkirakan akan menelan biaya 53 juta dolar untuk mengatasi situasi Zika ini di seluruh dunia.

Natela Menabde, pejabat WHO mengatakan, "Terdapat dua arah penelitian dan pengembangan yang kami pelajari. Pada pengembangan vaksin, kami memetakan upaya-upaya saat ini untuk mengembangkan calon vaksin. Ini akan memakan waktu beberapa bulan lagi sebelum kita mempunyai vaksin, tetapi dua produsen vaksin sudah mencapai kemajuan yang berarti."

Penelitian juga dilakukan untuk mengembangkan nyamuk jantan yang dimodifikasi secara genetik yang akan menghasilkan larva lemah ketika dikawinkan dengan nyamuk betina liar. Upaya itu secara signifikan akan mengurangi populasi nyamuk. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG