Tautan-tautan Akses

Vaksin Kolera Terbukti Efektif di Guinea


Seorang anak menerima vaksin kolera lewat mulut (foto: dok).

Seorang anak menerima vaksin kolera lewat mulut (foto: dok).

Sebuah vaksin oral untuk kolera terbukti efektif 86 persen dalam mengekang penyakit itu ketika terjadi wabah baru-baru ini di Guinea.

Hasil kajian yang diterbitkan minggu ini oleh New England Journal of Medicine adalah yang pertama menunjukkan bahwa vaksin itu memberikan perlindungan hampir segera.

Para periset dari Epicentre, divisi riset pada organisasi kemanusiaan Dokter Tanpa Tapal Batas di Paris, dan Kementerian Kesehatan Guinea mengatakan hasil temuan itu mendukung penggunaan vaksin tersebut guna mencegah wabah kolera di masa mendatang.

Di Guinea, pihak berwenang kesehatan memberikan sekitar 316.000 dosis vaksin Sanchol dalam dua putaran di distrik Boffa dan Forecariah selama enam minggu tahun 2012. Pemberian vaksin itu mencakup lebih dari 75 persen warga di masing-masing wilayah itu.

Vaksin itu secara drastis mengurangi penyebaran kolera. Sebagian besar penderita di sana terjadi semasa wabah lokal di sebuah komunitas yang memiliki tingkat imunisasi rendah.

Tahun 2010, Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) memasukkan vaksin oral ke dalam daftar rekomendasi untuk pencegahan dan pengendalian kolera. WHO mulai memasok cadangan darurat tahun 2013.

Kolera adalah penyakit diare akut. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika, sekitar tiga hingga lima juta orang terinfeksi setiap tahun dan 100.000 orang dilaporkan meninggal.

Kolera disebabkan bakteri Vibrio cholera, yang tersebar umumnya lewat air yang tercemar kotoran penderita kolera.
XS
SM
MD
LG