Tautan-tautan Akses

Vaksin Anti-Pneumonia Murah akan Tersedia bagi Negara Miskin


Program vaksinasi massal di Afrika akan terbantu dengan penyediaan vaksinasi murah untuk melawan pnemonia. Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada anak-anak, dan 99 persen lebih kematian itu terjadi di negara-negara berkembang.

Program vaksinasi massal di Afrika akan terbantu dengan penyediaan vaksinasi murah untuk melawan pnemonia. Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada anak-anak, dan 99 persen lebih kematian itu terjadi di negara-negara berkembang.

Jutaan bayi dan anak-anak tidak lama lagi akan memperoleh perlindungan dari serangan penyakit pneumonia. Dua perusahaan obat-obatan terkemuka telah sepakat menyediakan vaksin untuk negara-negara miskin dengan harga yang lebih murah guna melawan penyakit ini.

Pfizer dan GlaxoSmithKline telah menandatangani kesepakatan bersejarah Advance Market Commitment tentang penyediaan vaksin untuk negara-negara miskin dengan harga yang lebih murah guna melawan penyakit ini. Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi atau GAVI membantu perundingan kesepakatan itu.

WHO mengatakan pneumonia menewaskan hampir dua juta anak setiap tahun. Jumlah ini melebihi jumlah keseluruhan kematian akibat penyakit AIDS, malaria dan campak. Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada anak-anak, dan 99 persen lebih kematian itu terjadi di negara-negara berkembang.

Semua itu menjadi alasan mengapa GAVI memilih vaksin pneumococcal untuk proyek Advance Market Commitment yang pertama. Kemitraan swasta dan pemerintah itu dirancang untuk meningkatkan ketersediaan vaksin murah di kawasan-kawasan miskin.

Tahun lalu pemerintah Italia, Inggris, Kanada, Russia dan Norwegia bergabung dengan yayasan Bill dan Melinda Gates. Mereka menyediakan satu setengah milyar dolar untuk memulai proyek vaksin pneumococcal. Jeffrey Rowland dari aliansi GAVI mengatakan ketersediaan dana itu meyakinkan pembuat obat-obatan untuk turut serta dalam proyek itu.

"Tantangan terbesar mendapatkan vaksin penyelamat nyawa untuk negara-negara miskin adalah tidak adanya pangsa pasar yang tersedia. Orang tidak mampu membelinya. Itulah sebabnya mengapa kita belum juga mempunyai vaksin malaria, karena tidak satupun negara kaya menderita akibat malaria," ujar Rowland. "Apa yang kami lakukan pada vaksin pneumococcal ini adalah kami akan membayar 1,5 milyar dolar jika mereka mengembangkan vaksin tepat dalam jumlah yang kita butuhkan dan dengan harga yang murah. Dan, itu adalah sebuah taruhan." katanya.

GlaxoSmithKline dan Pfizer sepakat untuk menyediakan 30 juta dosis vaksin setiap tahun selama 10 tahun. 20 persen vaksin yang pertama akan dijual seharga tujuh dolar per dosis. Sisanya 80 persen akan dijual tiga dolar 50 sen per dosis. Harga ini 90 persen lebih murah dari harga yang sekarang di Amerika.

Rowland mengatakan kesepakatan tersebut merupakan pencapaian besar bagi negara-negara berkembang.

XS
SM
MD
LG