Tautan-tautan Akses

UU Buruh Anak Baru India Dapat Membuat Anak-Anak Lebih Rentan


Anak laki-laki berjualan pesawat mainan di jalanan India. (Foto: dok.)

Anak laki-laki berjualan pesawat mainan di jalanan India. (Foto: dok.)

Di India, aktivis hak-hak anak dan Dana Anak-anak PBB telah mengungkapkan keprihatinan tentang UU buruh anak yang baru karena UU kontroversial itu dikhawatirkan akan membuat anak laki-laki dan perempuan lebih rentan terhadap eksploitasi.

Kebijakan baru itu bertujuan memperketat hukum yang ada dengan memberlakukan larangan mempekerjakan anak di bawah 14 tahun untuk pertama kalinya.

Tetapi para pengecam khawatir dengan pengecualian yang memungkinkan anak-anak bekerja di perusahaan keluarga setelah jam sekolah dan selama liburan. Definisi keluarga di sini cukup luas, termasuk kerabat jauh.

Aktivis Kailash Satyarathi, yang telah memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian atas upayanya memerangi buruh anak, mengatakan "celah" itu akan mempersulit penegakan larangan tersebut dan membuka pintu bagi banyak anak untuk dipekerjakan.

Aktivis mengatakan pengecualian dibuat untuk perusahaan keluarga juga akan memberikan insentif bagi produsen kecil untuk memindahkan produksi ke rumah-rumah di negara di mana jutaan anak laki-laki dan perempuan bekerja keras dalam peternakan pabrik kecil, di warung teh dan restoran, dan bekerja sebagai pembantu di rumah-rumah kelas menengah. [as]

XS
SM
MD
LG