Tautan-tautan Akses

Pemerintah Burma Dituduh Gagal Lindungi Utusan PBB


Utusan PBB Urusan HAM untuk Burma Tomás Ojea Quintana dalam konferensi pers sebelum meninggalkan bandara internasional Rangoon, Burma (21/8).

Utusan PBB Urusan HAM untuk Burma Tomás Ojea Quintana dalam konferensi pers sebelum meninggalkan bandara internasional Rangoon, Burma (21/8).

Utusan PBB Urusan HAM, Tomás Ojea Quintana, menuduh pemerintah Burma gagal melindungi dirinya saat mengadakan lawatan ke kota yang dilanda kerusuhan agama antara warga Budha dan Muslim.

Sebelum meninggalkan Rangoon setelah melakukan lawatan selama 10 hari ke Burma, Utusan PBB Urusan HAM Tomás Ojea Quintana menunjukkan ketidaksenangannya kepada pemerintah Burma atas serangan terhadap konvoinya di kota Meiktila tanggal 19 Agustus lalu. Diyakini tidak seorang pun luka-luka dalam insiden tersebut.

Meskipun marah atas serangan terhadap konvoinya, Quintana mengatakan gembira melihat orang-orang dapat menyampaikan pandangan mereka, meskipun ia tidak sepakat dengan pandangan tersebut.

Dalam lawatan ke negara bagian Rakhine pekan lalu, Quintana mengunjungi kamp-kamp pengungsi Muslim-Rohingya. Ia menyerukan mereka untuk membantu mencari solusi damai bagi aksi kekerasan itu.

Ia juga bertemu dengan anggota-angota masyarakat Budha-Rakhine dan pejabat-pejabat senior pemerintah negara bagian itu.

Aksi kekerasan antara warga Muslim dan Budha di negara bagian Rakhine tahun lalu menewaskan lebih dari 200 orang dan membuat 140 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Bentrokan antara polisi dan anggota masyarakat Rohingya pekan lalu menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai beberapa lainnya.

Juru bicara pemerintah Burma U Hla Thein mengatakan kepada VOA, ada rencana untuk membangun kembali kepercayaan antara masyarakat Budha dan Muslim di negara itu.
XS
SM
MD
LG