Tautan-tautan Akses

Utusan AS: Rohingya Seharusnya Diberi Jalan Peroleh Status Kewarganegaraan


Wakil Menteri Luar Negeri Anthony Blinken (Foto: dok).

Wakil Menteri Luar Negeri Anthony Blinken (Foto: dok).

Myanmar, yang mayoritas penduduknya umat Budha, tidak mengakui kewarganegaraan dan banyak hak asasi mendasar lainnya untuk kelompok etnis Rohingya yang kebanyakan Muslim.

Seorang diplomat senior Amerika mengatakan warga Muslim Rohingya Myanmar, yang lari menghindari kemiskinan dan penyiksaan di negara itu, seharusnya mendapat “jalan memperoleh kewarganegaraan” sebagai cara membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di kawasan itu.

“Ketidakpastian karena tidak memiliki status apapun merupakan salah satu hal yang mungkin menyebabkan orang-orang itu pergi,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Anthony Blinken, Jumat (22/5) di Yangon (Rangoon), di mana ia mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Myanmar.

Myanmar, yang mayoritas penduduknya umat Budha, tidak mengakui kewarganegaraan dan banyak hak asasi mendasar lainnya untuk kelompok etnis Rohingya yang kebanyakan Muslim itu.

Sekitar 3.000 pengungsi dan migran, kebanyakan warga Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh, telah diselamatkan atau berenang ke pesisir negara-negara Asia Tenggara dalam 30 hari belakangan, setelah ditelantarkan di laut oleh para penyelundup manusia. Ribuan lainnya diperkirakan masih terkatung-katung dengan perbekalan yang menipis.

Sementara itu Myanmar hari Jumat menyatakan angkatan lautnya telah menyelamatkan 208 migran yang menumpangi dua kapal pukat nelayan di lepas pantai sebelah barat negara itu. Menurut direktur kantor presiden Myanmar, Zaw Htay, para migran itu adalah kaum lelaki dari Bangladesh.

Kapal-kapal pukat itu ditemukan hari Kamis (21/5) di lepas pantai negara bagian Rakhine, di mana ribuan warga Rohingya telah melarikan diri untuk menghindari penyiksaan. Para pejabat di Myanmar mengatakan orang-orang Bangladesh itu mengaku sebagai warga Rohingya agar dapat menerima bantuan dari PBB.

Menurut pihak berwenang, angkatan laut Myanmar akan memberikan bantuan kemanusiaan, melakukan verifikasi identitas dan memulangkan mereka ke tempat asal mereka.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG