Tautan-tautan Akses

Utusan AS: Korea Utara Harus Tiru Reformasi Burma


Utusan khusus AS untuk HAM Korea Utara, Robert King (kiri) usai pembicaraan mengenai Korea Utara di Beijing (7/3).

Utusan khusus AS untuk HAM Korea Utara, Robert King (kiri) usai pembicaraan mengenai Korea Utara di Beijing (7/3).

Utusan AS Robert King mengatakan, pemerintah Korea Utara seharusnya meniru Burma dalam melaksanakan reformasi politik dan ekonomi.

Utusan Amerika untuk HAM Korea Utara mengatakan Korea Utara seharusnya meniru Burma dalam melaksanakan reformasi politik dan ekonomi guna mendapat respon positif dari negara-negara lain.

Kepada wartawan di Tokyo hari Jumat, Robert King mengatakan, Korea Utara seharusnya bergerak ke arah "positif" yang akan memungkinkan inspektur internasional masuk ke negara itu untuk memantau program nuklir Pyongyang, meskipun menurutnya langkah itu tidak akan langsung membuat Amerika memulai kembali bantuan pangan.

Ditambahkan, putusan Burma untuk memberi kebebasan yang lebih luas terhadap warganya adalah "contoh bagus" dari perubahan yang diinginkan Amerika terjadi di Korea Utara. Ia mencatat, perubahan Burma menyebabkan pencabutan sanksi terhadap negara yang terisolasi itu, di mana anggota politik oposisi baru-baru ini dibolehkan ikut dalam pemilihan anggota parlemen. King berharap, perubahan serupa di Korea Utara akan menuai respon yang sama.

Menurut utusan AS itu, bantuan pangan bukan kemungkinan langsung, tetapi nantinya akan dipertimbangkan. Ia mengatakan, Amerika tidak bisa mengirim makanan ke Korea Utara tanpa kemampuan memantau, untuk melihat bahwa bantuan itu sampai ke orang-orang yang membutuhkan.

Amerika menarik tawaran bantuan ke Korea Utara setelah Pyongyang mencoba, tapi gagal, meluncurkan roket bulan April. Walau Pyongyang mengatakan sedang berusaha meluncurkan satelit ke ruang angkasa, negara-negara Barat percaya itu adalah ujicoba rudal yang terselubung. Dulu, Myanmar dan Korea Utara adalah sekutu dekat.
XS
SM
MD
LG