Tautan-tautan Akses

Utusan AS di Irak Puji Kemajuan dalam Rebut Mosul dari ISIS


Pasukan keamanan Irak menembakka roket ke arah militan ISIS dari desa di sebelah selatan kota Mosul yang dikuasai ISIS di Irak (26/3).

Pasukan keamanan Irak menembakka roket ke arah militan ISIS dari desa di sebelah selatan kota Mosul yang dikuasai ISIS di Irak (26/3).

Barat dianggap memenangkan perang ideologi melawan ISIS dengan kampanye propaganda intensif oleh Facebook, YouTube dan pemerintah Yordania, Malaysia dan Uni Emirat Arab.

Utusan Amerika untuk koalisi yang memerangi kelompok ISIS mengatakan, ofensif militer untuk merebut kembali Mosul di Irak utara mengalami kemajuan dan militant semakin terdesak.

Berbicara kepada reporter Minggu (15/5) di Amman, Yordania, Brett McGurk mengatakan, koalisi internasional yang memerangi militant telah meningkatkan kampanye mereka terhadap pemimpin-pemimpin kelompok itu.

Dia mencontohkan penyasaran pesawat tak berawak Amerika terahdap militant yang dikenal sebagai “Jihadi John.”

"Kami berhasil menemukan Jihadi John, kami melacak dia, dan kami sasarkan dirinya secara akurat di jalan-jalan Raqqa dan orang lain tidak cedera. Kami akan menemukan pemimpin-pemimpin kelompok itu, kami membunuh pemimpin-pemimpin itu, dan hal ini akan terus berlangsung," ujar McGurk.

Ia menambahkan, "Jadi apakah Daesh di Raqqa sangat takut karena koalisi tahu keberadaan mereka? Pasti mereka takut. Jadi mereka menutup akses ke warung Internet, mereka melakukan berbagai upaya di Raqqa, yang menunjukkan bahwa mereka semakin takut dan sepatutnyalah mereka takut."

Selanjutnya menurut McGurk, pasukan koalisi melaksanakan serangan yang akurat di Mosul hampir setiap hari.

Mosul adalah kota kedua terbesar di Irak dan berada dibawah kendali ISIS sejak militan merebut kawasan itu pada pertengahan 2014. Koalisi pimpinan Amerika mulai serangan udara pada Agustus tahun itu, dan secara berkala menyasarkan daerah Mosul.

Militer Irak, bersama dengan kelompok milisi pro-pemerintah telah memerangi militant ISIS sejak mereka menyatakan maksud untuk merebut kembali Mosul, tetapi belum melancarkan sebuah ofensif besar disana.

McGurk juga menjelaskan tentang sebuah kampanye propaganda terhadap kelompok ekstremis ini di berbagai situs seperti misalnya Facebook dan YouTube, serta melibatkan pemerintah Yordania, Malaysia, dan Uni Emirat Arab. [jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG