Tautan-tautan Akses

USAID Kucurkan $6 Juta Untuk Kemitraan Penelitian Indonesia-AS

  • Iris Gera

Deputi Menkokesra Agus Sartono (kiri) dan Dubes AS untuk Indonesia Scot Marciel. (VOA/Iris Gera)

Deputi Menkokesra Agus Sartono (kiri) dan Dubes AS untuk Indonesia Scot Marciel. (VOA/Iris Gera)

Badan pembangunan AS mengucurkan dana US$6 juta untuk memperluas program kemitraan antar perguruan tinggi di Indonesia dan Amerika.

Melalui badan bantuan pembangunan Amerika Serikat atau USAID, pemerintah Amerika Serikat mengucurkan dana bantuan US$6 juta (Rp 58,24 miliar) untuk penelitian bersama yang dilakukan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan di Amerika.

Lima fokus penelitian tersebut adalah antisipasi penyebaran virus influenza, pengelolaan hutan dan keanekaragaman hayati, inovasi di tingkat Sekolah Menengah Atas, perubahan iklim di Kalimantan dan ilmu pengetahuan teknologi serta matematika.

Perguruan tinggi di Indonesia yang terlibat adalah Universitas Padjajaran di Bandung; Universitas Nasional di Jakarta; Institut Pertanian Bogor; Universitas Tanjungpura di Pontianak, Kalimantan Barat; dan Universitas Mulawarman di Samarinda.

Sementara perguruan tinggi di Amerika yang ikut dalam kemitraan ini adalah Universitas Colorado, Universitas Columbia dan Universitas Oregon.

Direktur Program USAID Indonesia, Andrew Sisson mengatakan hasil kerja sama penelitian yang dilakukan perguruan tinggi di Indonesia dan di Amerika akan disebarluaskan di kedua negara.

“Kami sangat ingin mendorong riset dan pembelajaran dan penyebaran hasil penelitian secara luas, tidak hanya di Indonesia, namun juga di Amerika Serikat,” ujarnya di Jakarta, Senin (18/3).

Deputi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agus Sartono menjelaskan, beberapa perguruan tinggi di luar Pulau Jawa dilibatkan agar perguruan tinggi tersebut mampu setara dengan perguruan tinggi di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Menurutnya, pemerintah Indonesia juga berharap pemerintah Amerika semakin aktif mengirim pelajar asal Amerika untuk belajar di Indonesia.

“Kerja sama ini kita desain mewakili perguruan tinggi merata di Jawa dan di luar Jawa sehingga kita ingin supaya perguruan tinggi di luar Jawa juga sama bagusnya. Juga melalui kerja sama ini ada pertukaran peneliti dan pertukaran dosen, nanti bulan September saya akan membawa delegasi ke Amerika,” ujarnya.

“Kita ingin beasiswa tidak hanya untuk mahasiswa kita ke Amerika, tapi juga untuk mahasiswa Amerika, pemuda Amerika belajar di Indonesia.”

Dalam kesempatan sama, Duta Besar Amerika Serikat Scot Marciel mengakui banyak kalangan meragukan apakah berbagai program kerjasama dengan Amerika akan berjalan dengan baik mengingat perekonomain Amerika sedang melemah.

“Ekonomi AS telah tumbuh dengan stabil, tidak seperti yang terkadang And abaca (di media). Kami menikmati pertumbuhan ekonomi yang baik dan terus mempertahankan program (bantuan) kami dengan baik,” ujarnya.
XS
SM
MD
LG