Tautan-tautan Akses

USAID, Kembangkan Metode Pengajaran Aktif untuk Persiapan Calon Guru Berkualitas

  • Petrus Riski

Rektor UINSA Surabaya Prof Abdul A'la menunjukkan alat peraga pembelajaran karya mahasiswa calon guru kepada Jeff Cohen dari USAID (Foto: VOA/Petrus)

Rektor UINSA Surabaya Prof Abdul A'la menunjukkan alat peraga pembelajaran karya mahasiswa calon guru kepada Jeff Cohen dari USAID (Foto: VOA/Petrus)

Direktur Perencanaan Strategis dan Operasi USAID Biro Asia, Jeff Cohen mengatakan, program PRIORITAS sejauh ini telah berjalan dengan baik di sejumlah sekolah negeri dan lembaga pendidikan berbasis agama di Jawa Timur.

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya bekerjasama dengan USAID melalui program PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students), mengembangkan metode perkuliahan calon guru dan pelatihan guru berbasis praktek. Program yang digagas sejak 2013 ini mencoba memperluas program ini pada lembaga pendidikan di Indonesia khususnya Jawa Timur, untuk menghasilkan calon guru berkualitas.

Program PRIORITAS yang digagas USAID dan lembaga pendidikan serta pemerintah di Indonesia, ingin menduplikasi metode pembelajaran yang menyenangkan pada siswa, melalui pembelajaran yang aktif dan kreatif oleh para guru yang mengajar di kelas. Direktur Perencanaan Strategis dan Operasi USAID Biro Asia, Jeff Cohen mengatakan, program PRIORITAS sejauh ini telah berjalan dengan baik di sejumlah sekolah negeri dan lembaga pendidikan berbasis agama di Jawa Timur.

“Pada saat kita merancang proyek pendidikan ini, kami berkonsultasi dengan pemerintah dan lembaga pendidikan di tingkat nasional dan daerah. Kami bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang ingin meningkatkan kualitas pendidikan, dan kami memilih dan menyeleksi lembaga-lembaga yang paling potensial untuk bisa melaksanakan program kami, dan salah satu yang terpilih adalah UIN Sunan Ampel ini. Di sini kita meningkatkan pelatihan dan juga pembelajaran mengajar, dan kami menganggap pekerjaan ini sangat berhasil karena hasil yang ditunjukkan dari kerjasama ini bagus sekali,” kata Jeff Cohen, Direktur Perencanaan Strategis dan Operasi USAID Biro Asia.

Jeff Cohen mengatakan, program ini mengutamaan proses belajar mengajar siswa yang menyenangkan, dimana siswa didik dan pengajar sama-sama berperan aktif di kelas.

“Pembelajaran aktif ini, sejarahnya pada masa lalu guru memberikan pengajaran dan berbicara di depan, sedangkan siswa mendengarkan dan menulis dan menghafal. Tapi kalau pembelajaran aktif ini semuanya aktif, mengeluarkan suara dan pendapat. Semuanya senang dan pelajar dapat belajar lebih baik,” imbuhnya.

Meski menilai pendidikan di Indonesia saat ini sudah baik, Program Manager USAID Indonesia, Mimy M. Santika menegaskan, perlu terus ada perbaikan kualitas dan kemampuan guru dalam mengajar siswa, dengan pemberian pelatihan sesuai perkembangan jaman dan kebutuhan daerah.

“Adalah kapasitas atau kompetensi dari guru yang perlu diperbaiki. Nah, caranya bagimana, banyak caranya, adalah pelatihan, mentoring, lalu ada yang disebut dengan kelompok kerja guru, bagaimana itu direvitalisasi, sudah ada, bagaimana merevitalisasi pengawas-pengawas sekolah,” kata Mimy M. Santika, Program Manager USAID Indonesia.

Pada program PRIORITAS ini, beberapa mahasiswa calon guru dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, dikirim ke Amerika Serikat selama dua bulan, untuk belajar mengenai model pembelajaran pada sekolah-sekolah di Amerika Serikat. Model pembelajaran yang cocok diterapkan di Indonesia dapat diadopsi dan diaplikasikan pada saat proses pengajaran di kelas.

Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof. Abdul A’la mengatakan, peningkatan kualitas guru dan pengembangan metode pembelajaran sangat diperlukan untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Melalui kerjasama ini kita berharap bahwa para guru selain mengembangkan metode-metode baru yang sesuai dengan perkembangan, juga lebih mampu memberikan pengajaran pendidikan dengan lebih menyenangkan sehingga mudah diterima,” kata Prof. Abdul A’la. [pr/lt]

XS
SM
MD
LG