Tautan-tautan Akses

Upaya Bersama Hambat Trump Makin Serius


Kandidat Capres AS dari Partai Republik dalam debat capres AS di University of Miami, Coral Gables, Florida, 10 Maret 2016 (Foto: dok).

Kandidat Capres AS dari Partai Republik dalam debat capres AS di University of Miami, Coral Gables, Florida, 10 Maret 2016 (Foto: dok).

Dengan kurang dari tiga bulan sebelum konvensi partai Republik di Cleveland, Trump menjadi satu-satunya kandidat yang berpeluang mencapai mayoritas 1.237 delegasi yang diperlukan untuk dinominasikan.

Upaya mencegah milyader Donald Trump menjadi kandidat presiden Amerika dari Partai Republik mencapai tahap baru baru Minggu malam, sewaktu dua pesaing utamanya secara terbuka merinci rencana mereka untuk menghadapi kandidat unggulan ini di tiga negara bagian.

Sejak memenangkan pemilihan pendahuluan 9 Februari di New Hampshire, Trump memimpin dalam kontes di partai Republik untuk menjadi kandidat yang akan memerintah di Gedung Putih sewaktu masa jabatan Presiden Barack Obama berakhir awal tahun depan.

Tetapi kampanye Trump untuk berkuasa, yang pada awalnya dianggap akan segera pudar, telah membuat banyak kalangan di dalam partainya tidak senang, baik karena pernyataan-pernyataan kontroversialnya mengenai imigrasi dan kebijakan luar negeri maupun karena keraguan mengenai dedikasinya terhadap partai dan kebijakan-kebijakannya.

Dengan kurang dari tiga bulan sebelum konvensi partai Republik di Cleveland, Trump menjadi satu-satunya kandidat yang berpeluang mencapai mayoritas 1.237 delegasi yang diperlukan untuk dinominasikan.

Ini tidak menghalangi Senator Texas Ted Cruz atau Gubernur Ohio John Kasich melanjutkan kampanye mereka. Keduanya telah berulangkali menyatakan Trump membahayakan partai dan mengemukakan, jika Trump terpilih sebagai kandidat, maka kandidat partai Demokrat - kemungkinan besar mantan menteri luar negeri Hillary Clinton - akan menang mudah dalam pemilu November mendatang.

Hari Minggu mereka berdua mengumumkan rencana untuk menghalangi Trump mencapai perolehan 1.237 delegasi.

Kubu kampanye Kasich dan Cruz melansir pernyataan sepanjang 15 menit yang menyebutkan Kasich akan mengalah dan menyerahkan kesempatan menang dalam pemilihan pendahuluan 3 Mei di Indiana kepada Cruz.

Indiana tampaknya menjadi kunci yang menentukan apakah upaya menghalangi Trump akan berhasil. Ada 57 delegasi yang diperebutkan, 30 di antaranya akan diraih pemenang pemilihan pendahuluan di negara bagian itu. Selebihnya akan dibagi berdasarkan kemenangan yang diraih di masing-masing distrik kongres.

Sekumpulan jajak pendapat pekan lalu menunjukkan Trump memimpin di Indiana dengan sekitar 39 persen dukungan, sementara dukungan untuk Cruz 33 persen dan Kasich 19 persen. Jika kesepakatan Cruz-Kasich berjalan sesuai rencana, Cruz dapat meraih kemenangan di Indiana dan menghalangi perolehan delegasi yang diperlukan Trump.

Kubu kampanye Cruz menyatakan kesepakatan dengan Kasich itu adalah untuk memastikan kandidat partai Republik adalah seseorang yang dapat mempersatukan partai.

Menurut mereka, terpilihnya Donald Trump sebagai kandidat untuk pemilihan November mendatang akan merupakan bencana bagi partai Republik. Sebagai kandidat, ia bukan hanya akan dikalahkan oleh Clinton atau Sanders, tetapi juga akan menimbulkan kemunduran satu generasi bagi partai, tegas mereka.

“Sebagai anggota Partai Republik, kita ingin menang. Dan jika Donald Trump menjadi kandidat, Hillary Clinton yang menang. Ia akan menang dengan selisih lebih dari 10 persen. Ini akan menjadi kemenangan besar bagi Hillary jika Donald Trump menjadi kandidat,” kata Ted Cruz.

Sementara itu Kasich mengatakan, “Kita akan menuju konvensi. Tak seorang pun yang akan memiliki cukup banyak delegasi. Konvensi akan meninjau dan menentukan dua hal. Pertama, siapa yang akan menang pada musim gugur mendatang? Dan ke-dua, siapa yang dapat menjadi presiden Amerika Serikat?”

Trump mengritik Cruz dan Kasich karena mereka masih mengikuti kontes “tanpa kemungkinan menang,” dengan mengatakan pekan lalu bahwa keduanya seharusnya mundur untuk mempersatukan partai.

Sebagai imbalan melepas kesempatan di Indiana, Kasich mendapat janji bahwa Cruz akan mengambil langkah serupa, yakni tidak berkampanye di negara bagian Oregon dan New Mexico. Ada 28 delegasi yang dipertaruhkan di Oregon pada 17 Mei, dan 24 delegasi di New Mexico pada 7 Juni.

Kubu kampanye Kasich menyatakan sasarannya adalah konvensi terbuka di Cleveland, di mana mereka yakin orang yang mampu mempersatukan partai dan menang dalam pemilihan presiden bulan November akan muncul sebagai kandidat. Mereka yakin bahwa calon tersebut adalah John Kasich, yang mereka anggap sebagai satu-satunya kandidat yang dapat mengalahkan Hillary Clinton dan mempertahankan mayoritas fraksi Republik di Kongres.

Tetapi kubu kampanye Cruz dan Kasich sama-sama menyatakan akan bersaing keras di negara bagian-negara bagian lainnya yang akan mengadakan pemilihan pendahuluan.

Jika Trump gagal meraih mayoritas dalam putaran pertama voting di konvensi, maka delegasi bebas memberikan suara mereka pada pemungutan suara berikutnya. Ini berarti Kasich, yang ketinggalan dalam pengumpulan delegasi sekarang ini, berpeluang untuk dicalonkan.

Jajak pendapat mengenai kemungkinan persaingan dalam pemilu menunjukkan bahwa jika pemilu November dilangsungkan hari ini, partai Republik akan menunjukkan hasil lebih baik apabila calon presidennya adalah Cruz atau Kasich. Berbagai jajak pendapat utama menunjukkan Clinton dapat mengalahkan Trump dengan selisih 10 poin dan Cruz sekitar dua poin, tetapi ia dapat kalah delapan poin dari Kasich.

Senator Vermont Bernie Sanders, yang berjuang keras dalam upaya mengungguli perolehan delegasi Clinton yang sangat banyak, dapat mengalahkan ketiga bakal calon presiden dari partai Republik itu dalam berbagai jajak pendapat, dengan selisih kemenangan terkecil jika ia menghadapi Kasich. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG