Tautan-tautan Akses

Unjuk Rasa dan Penjarahan di Venezuela, Protes Penarikan Uang Pemerintah


Seorang pedagang memeriksa keaslian uang kertas lembaran 100 bolivar, sementara warga antri untuk menukar uang di sebuah bank di Caracas, Venezuela, 13 Desember 2016. (AP Photo/Fernando Llano)

Seorang pedagang memeriksa keaslian uang kertas lembaran 100 bolivar, sementara warga antri untuk menukar uang di sebuah bank di Caracas, Venezuela, 13 Desember 2016. (AP Photo/Fernando Llano)

Polisi membubarkan para penjarah dekat sebuah bank di kota Maracaibo. Para pemuda berpawai di jalan-jalan sambil melambai-lambaikan uang kertas 100 bolivar sambil berseru “tidak ada harganya.”

Rakyat Venezuela, Jumat (16/12) tiba-tiba mengetahui bagaimana rasanya tidak punya uang, setelah pemerintah menarik mata uang bolivar yang nilainya turun hebat, sementara uang penggantinya dengan denominasi yang lebih besar belum ada.

Banyak aksi protes dan penjarahan terjadi. Rakyat marah karena uang pecahan 100 bolivar hampir tidak ada harganya. Mata uang penggantinya yang bernilai 500 bolivar belum tiba di bank-bank dan mesin ATM, sehingga memaksa banyak orang menggunakan kartu kredit atau transfer uang untuk membeli keperluan sehari-hari.

Kemarahan rakyat karena parahnya keadaan ekonomi telah memicu kerusuhan. Polisi membubarkan para penjarah dekat sebuah bank di kota Maracaibo. Para pemuda berpawai di jalan-jalan sambil melambai-lambaikan uang kertas 100 bolivar sambil berseru “tidak ada harganya.” Mereka kemudian bubar ketika polisi datang dan menembakkan gas air mata.

Penjarahan juga terjadi di kota Bolivar di bagian timur Venezuela. Kata polisi, terjadi aksi protes dan penjarahan di enam kota. 32 orang ditangkap.

Di ibukota Caracas banyak orang memukul-mukul panci sambil mengutuk pemerintah yang kata mereka tidak punya rencana yang baik. Mata uang pecahan 100 bolivar yang tadinya bernilai 10 sen dolar Amerika, kini hanya berharga dua sen. [isa/sp]

XS
SM
MD
LG