Tautan-tautan Akses

Uni Eropa, Turki, Bahas Kesepakatan Migran


PM Turki Ahmet Davutoglu (tengah) dalam KTT Uni Eropa di Brussels (18/3).

PM Turki Ahmet Davutoglu (tengah) dalam KTT Uni Eropa di Brussels (18/3).

Siprus telah menyatakan keberatan karena penolakan Ankara untuk mengakui pemerintahnya yang didukung Yunani, namun sejumlah laporan mengatakan pemimpin Siprus mungkin mencabut keberatannya.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan "gelombang migran" yang mencari perlindungan di Turki dan Uni Eropa bukan masalah tawar-menawar, namun masalah nilai-nilai kemanusiaan.

Dia membuat komentar itu Jumat sebelum duduk dengan para pemimpin Uni Eropa di Brussels guna menggarap kesepakatan untuk memindahkan puluhan ribu migran dari Uni Eropa ke Turki.

Dalam sebuah kesepakatan yang dikritik oleh para pendukung hak asasi manusia, Uni Eropa diduga akan menjanjikan bebas visa wisata bagi warga Turki ke zona Schengen dan jalur yang dipercepat untuk menjadi anggota Uni Eropa. Siprus telah menyatakan keberatan karena penolakan Ankara untuk mengakui pemerintahnya yang didukung Yunani, namun sejumlah laporan mengatakan pemimpin Siprus mungkin mencabut keberatannya.

Kedua belah pihak setuju akan perlunya kesepakatan untuk menghentikan aktivitas penyelundup internasional yang telah meminta uang dalam jumlah besar kepada migran untuk mengawal mereka, sering kali dalam kondisi yang tidak aman, ke Turki, Yunani atau Italia.

Rancangan kesepakatan itu menetapkan bahwa semua pendatang baru dari Turki ke Yunani akan kembali ke Turki berdasarkan kesepakatan yang disebut "kebijakan sementara dan luar biasa" untuk mengakhiri penderitaan manusia dan memulihkan ketertiban. [as/uh]

XS
SM
MD
LG