Tautan-tautan Akses

Uni Eropa-Turki akan Bahas Rencana Kontroversial tentang Pengungsi


Seorang pengungsi berjalan di Oncupinar, tempat perkampungan pengungsi Suria dekat kota perbatasan Kilis di Turki (17/3).

Seorang pengungsi berjalan di Oncupinar, tempat perkampungan pengungsi Suria dekat kota perbatasan Kilis di Turki (17/3).

Uni Eropa menyatakan akan menerima hingga sekitar 70 ribu pengungsi, yang akan dimukimkan kembali di Eropa dalam proses yang diawasi oleh badan pengungsi PBB.

Para pemimpin Uni Eropa diperkirakan akan mencapai kesepakatan akhir dengan Turki mengenai migran dalam KTT dua hari di Brussel hari Kamis dan Jumat.

Agenda pembicaraan mereka adalah rencana kontroversial untuk memulangkan puluhan ribu migran ke Turki untuk mengurangi tekanan terhadap sumberdaya negara-negara di sisi timur Uni Eropa.

Uni Eropa menyatakan akan menerima satu pengungsi Suriah dari Turki untuk tiap migran yang tidak memiliki dokumen sah yang dipulangkan ke Turki. Uni Eropa menyatakan akan menerima hingga sekitar 70 ribu pengungsi, yang akan dimukimkan kembali di Eropa dalam proses yang diawasi oleh badan pengungsi PBB.

Rancangan pernyataan bersama mengenai kesepakatan itu menyebutnya sebagai “langkah sementara dan luar biasa” yang diperlukan untuk meringankan penderitaan manusia dan memulihkan ketertiban.

Tetapi kelompok-kelompok HAM khawatir mengenai standar Turki terkait suaka politik, selain penindakan kerasnya baru-baru ini terhadap media serta konflik disertai kekerasan dengan pemberontak Turki.

Tetapi beberapa negara Uni Eropa memiliki beberapa syarat mengenai kesepakatan itu, atau akan menggunakannya sebagai alat untuk mengupayakan penyelesaian isu-isu lainnya.

Siprus menyatakan tidak akan menandatangani kesepakatan itu jika Turki tidak mengakui pemerintahnya yang didukung Yunani sebagai suatu negara berdaulat. Hongaria langsung menolak menerima pengungsi dari Turki, dengan menyatakan menerima pengungsi akan mendorong kedatangan pengungsi lainnya.

Rencana tersebut juga mengganjar Turki dengan langkah-langkah yang mengarah sebagai anggota Uni Eropa, di antaranya perjalanan warga Turki tidak dibatasi di dalam zona bebas perbatasan Schengen di Eropa. Perancis dan beberapa negara Eropa lainnya menentang rencana tersebut. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG