Tautan-tautan Akses

Uni Eropa Siap Kerahkan Kapal untuk Atasi Krisis Migran


Para pemimpin Uni Eropa menghenangkan cipta bagi migran yang tewas dalam pertemuan darurat di Brussels, Belgia Kamis (23/4).

Para pemimpin Uni Eropa menghenangkan cipta bagi migran yang tewas dalam pertemuan darurat di Brussels, Belgia Kamis (23/4).

Negara-negara Uni Eropa berjanji mengerahkan lebih banyak kapal, pesawat dan helikopter untuk menyelamatkan nyawa migran di Laut Tengah.

Para pemimpin Uni Eropa hari Kamis (23/4) berjanji mengerahkan lebih banyak kapal, pesawat dan helikopter untuk menyelamatkan nyawa migran di Laut Tengah menyusul tewasnya ratusan migran di perairan itu dalam seminggu ini.

Jerman dan Perancis menjanjikan dua kapal lagi, Inggris tiga kapal, sedangkan lainnya berkomitmen akan mengirim lebih banyak kapal selam dan helikopter untuk menyelamatkan migran.

Uni Eropa juga sepakat menambah tiga kali lipat dana bulanan untuk operasi patroli Laut Tengah menjadi sekitar 9,7 juta dolar.

Mereka juga meminta Federica Mogherini, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, untuk menyusun berbagai pilihan diplomatik agar organisasi itu bisa melancarkan serangan militer terhadap kapal-kapal penyelundup manusia.

Misi ini berat mengingat lebih dari 10.000 migran harus diselamatkan dalam satu minggu ini saja di perairan antara Italia dan Libya. Para migran itu berusaha mencapai Eropa guna menyelamatkan diri dari konflik dan kemiskinan di Afrika Utara dan Timur Tengah.

Selama bertahun-tahun, Uni Eropa tidak berbuat banyak untuk mengatasi krisis tersebut. Mereka juga gagal bertindak tegas setelah tergulingnya diktator Libya Moammar Gaddafi.

Organisasi Migrasi Internasional (IOM) mengatakan jumlah migran yang tewas tahun ini di Laut Tengah akan melampaui angka tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang 2015, IOM menyebutkan 1.776 orang telah tewas. Total 3.279 migran tewas tahun lalu dan sekitar 700 tahun 2013.

XS
SM
MD
LG