Tautan-tautan Akses

Uni Eropa Setujui Rencana Aksi untuk Redakan Arus Migran


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara kepada media sebelum bertemu Presiden Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker di Brussels, Belgia (5/10). (Reuters/Francois Lenoir)

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara kepada media sebelum bertemu Presiden Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker di Brussels, Belgia (5/10). (Reuters/Francois Lenoir)

Turki setuju menindak penyelundup manusia dan mengambil langkah untuk mencegah jutaan pengungsi memasuki Eropa.

Negara-negara Uni Eropa dan Turki telah menyetujui rencana aksi yang diharapkan akan meredakan arus migran ke Eropa.

Namun sementara para pemimpin memperdebatkan rencana itu dalam sebuah konferensi tingkat tinggi di Brussels, Kamis (15/10), seorang warga Afghanistan ditembak mati dalam bentrokan antara migran dan pengawal perbatasan di perbatasan Bulgaria-Turki.

Kematian itu, diyakini merupakan korban jiwa pertama dalam krisis tersebut, memaksa Presiden Bulgaria Boyko Borisov terbang pulang dari pertemuan tersebut.

Hampir 600 ribu migran telah mencapai Uni Eropa melalui laut sejauh ini tahun ini, banyak dari mereka datang melalui Turki ke Yunani, kemudian menuju utara.

Setelah pertemuan tersebut, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan kepada para wartawan, “Terlebih dahulu, izinkanlah saya mengutarakan optimisme secara berhati-hati, dan saya tentu saja harus menggarisbawahi kata 'berhati-hati'.”

Berdasarkan rencana itu, Turki setuju menindak penyelundup manusia dan mengambil langkah untuk mencegah jutaan pengungsi memasuki Eropa.

Sebagai imbalannya, Uni Eropa setuju mempercepat proses visa bagi warga Turki yang ingin berkunjung ke Uni Eropa dan memulai pembicaraan mengenai keanggotaan Turki dalam blok tersebut.

Turki juga menuntut dana bantuan baru sebesar $3,4 milyar, namun Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan jumlah tersebut harus dirundingkan dahulu.

Sementara itu, ribuan orang terus mengambil risiko dalam perjalanan berbahaya setiap hari. Yunani mengangkat tujuh lagi jenazah di lepas pantai pulau Lesbos hari Kamis setelah tabrakan kapal migran, dan pendatang baru yang menggigil kedinginan membanjir ke Kroasia mencari bantuan dan tempat tinggal.

Krisis itu telah menelan lebih dari 3.000 korban jiwa tahun ini, korban yang tenggelam ketika melakukan penyeberangan berbahaya di Laut Tengah ketika mereka mengungsi dari konflik dan penindasan di Timur tengah dan kawasan lain. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG