Tautan-tautan Akses

Uni Eropa Rayu 6 Negara Bekas Soviet Jauhi Rusia


Presiden Uni Eropa Donald Tusk saat berbicara di Brussels, Belgia (foto: dok).

Presiden Uni Eropa Donald Tusk saat berbicara di Brussels, Belgia (foto: dok).

Presiden Uni Eropa Donald Tusk mengatakan tidak banyak manfaat yang bisa diperoleh 6 negara bekas Uni Soviet dari hubungan dengan Rusia.

Uni Eropa hari Kamis (21/5) merayu enam negara bekas bagian Uni Soviet agar semakin mempererat kemitraan dengan blok 28 negara itu daripada mempertahankan hubungan dengan Rusia.

Berbicara dalam konferensi dua hari di Riga, Latvia, Presiden Uni Eropa Donald Tusk mengatakan tidak banyak manfaat yang bisa diperoleh ke-enam negara itu dari Rusia.

Komentar itu didukung Kanselir Jerman Angela Merkel. Merkel mengatakan, ”Uni Eropa memiliki perbedaan jelas dengan Rusia. Kami menghargai jalur apapun yang ditempuh masing-masing ke-enam negara itu.”

Inisiatif Uni Eropa dengan Ukraina, Georgia, Moldova, Azerbaijan, Armenia dan Belarus disebut dengan Eastern Partnership. Kemitraan itu terguncang tahun 2013 setelah mantan presiden Ukraina Viktor Yanukovych menolak menandatangani kesepakatan dengan Uni Eropa dan memilih mendekat ke Rusia.

Armenia dan Belarus juga membatasi kemitraan mereka dengan Uni Eropa dengan bergabung dalam Serikat Ekonomi Eurasia pimpinan Rusia.

Azerbaijan juga kurang bersemangat dengan kemitraan tersebut. Negara itu mengirim menteri luar negerinya, bukan presiden, ke pertemuan di Latvia tersebut.

Ukraina, Georgia dan Moldova menghendaki integrasi yang lebih kuat, tetapi sejumlah anggota Uni Eropa enggan menerima anggota baru. Uni Eropa telah menjanjikan bantuan 223 juta dollar dalam 10 tahun mendatang untuk membantu bisnis kecil dan menegah di ketiga negara itu.

Namun Merkel hari Kamis menegaskan bahwa inisiatif Eastern Partnership itu tidak bertujuan memperluas keanggotaan Uni Eropa, melainkan hanya mempererat hubungan.

Sehari sebelum konferensi itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov tidak membesar-besarkannya. Menurutnya, “aspirasi negara-negara tetangga itu untuk memperdalam hubungan dengan Uni Eropa bukanlah tragedi. Rusia ingin membuat proses itu berkembang secara positif tanpa merugikan kepentingan Rusia.”

XS
SM
MD
LG