Tautan-tautan Akses

Uni Eropa Prihatin Dengan Sistem Peradilan Rusia


Anggota kelompok musik Rusia, Pussy Riot, yang dipenjara karena kritikan terhadap Presiden Vladimir Putin. (Foto: Dok)

Anggota kelompok musik Rusia, Pussy Riot, yang dipenjara karena kritikan terhadap Presiden Vladimir Putin. (Foto: Dok)

Parlemen Eropa prihatin atas peningkatan intimidasi dan penuntutan bermotif politik terhadap aktivis oposisi di Rusia.

Parlemen Eropa menyatakan keprihatinan mendalam akan sistem peradilan di Rusia, dengan mengatakan baru-baru ini telah terjadi peningkatan dalam "intimidasi dan penuntutan bermotif politik terhadap aktivis oposisi."

Pernyataan Kamis (13/9) tersebut menyebutkan hukuman dua tahun penjara baru-baru ini terhadap tiga anggota band punk Pussy Riot karena melakukan aksi protes awal tahun ini terhadap kepemimpinan Presiden Vladimir Putin. Para anggota Parlemen Eropa menyatakan "kekecewaan mendalam" atas putusan itu, menyusul pernyataan oleh ketua urusan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton dan Perdana Menteri Rusia Dmitry Mevedev awal pekan ini bahwa hukuman tersebut kontraproduktif.

Para anggota parlemen mengatakan mereka yakin hukuman bagi pembuat onar akan "ditinjau dan dibuat sejalan dengan komitmen internasional Rusia."
XS
SM
MD
LG