Tautan-tautan Akses

Uni Eropa Kritik Negara Anggotanya karena Lambat Tangani Krisis Migran


Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker (tengah) bersama para pemimpin Uni Eropa dalam pertemuan di Brussels, Belgia (25/10).

Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker (tengah) bersama para pemimpin Uni Eropa dalam pertemuan di Brussels, Belgia (25/10).

Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker mengatakan "negara-negara anggota bergerak lambat pada saat mereka harus berlari".

Uni Eropa mengritik negara-negara anggotanya yang tidak bertindak secepatnya untuk menyediakan dana dan ahli guna membantu menangani krisis migrasi terburuk di Eropa sejak Perang Dunia kedua itu.

Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker mengatakan "negara-negara anggota bergerak lambat pada saat mereka harus berlari".

Dalam laporan Selasa (27/10) kepada Parlemen Eropa di Strasbourg, dia menekankan perlunya lebih banyak dana dan ahli.

“Ini mungkin tantangan terbesar yang pernah kita hadapi dalam berpuluh-puluh tahun. Saya tidak ragu, tantangan ini punya potensi mengubah Uni Eropa yang telah kita bangun. Tantangan ini bahkan bisa merusak pencapaian-pencapaian, seperti border-free travel atau bebas bepergian di antara negara-negara Schengen. Dan yang lebih berbahaya lagi, bisa menimbulkan goncangan hebat dalam politik Eropa”.

Sementara itu, Komisi Tinggi Urusan Pengungsi mengumumkan, lebih dari 700,000 orang tiba di Eropa tahun ini, pelarian dari perang dan kemiskinan di Timur Tengah, Afrika dan Asia. [ps]

XS
SM
MD
LG