Tautan-tautan Akses

Uni Eropa Desak Tekanan Lebih Kuat atas Suriah


Pemimpin koalisi oposisi Suriah Mouaz al-Khatib (kiri) dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague. (Foto: Dok)

Pemimpin koalisi oposisi Suriah Mouaz al-Khatib (kiri) dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague. (Foto: Dok)

Para menteri luar negeri Uni Eropa bertemu pemimpin oposisi baru Suriah di Brussels untuk bicarakan solusi politik negara tersebut.

Para menteri luar negeri Uni Eropa Senin (10/12) bertemu pemimpin oposisi baru Suriah,
Mouaz al-Khatib, di Brussels.

Berbicara setelah pertemuan kepada para wartawan, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan Suriah membutuhkan solusi politik guna mengakhiri kekerasan antara rezim Suriah dan oposisi, yang bertekad menggulingkannya.

“Sangat penting untuk ada proses politik disamping berbagai hal lainnya, untuk menuju dari titik sekarang ke titik dimana ada pemerintahan yang inklusif dan terbuka di Suriah, yang bisa dibanggakan semua orang. Jadi sangat penting ada sebuah proses politik,” kata Ashton.

Meski ada dukungan luas untuk jatuhnya Presiden Suriah Bashar al-Assad, beberapa negara Eropa masih ragu untuk sepenuhnya mengakui koalisi oposisi yang baru terbentuk itu.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague berharap hal itu akan segera berubah, terutama dengan hadirnya pemimpin oposisi baru itu di Brussels. Inggris sendiri telah mengakui koalisi oposisi baru itu sebagai satu-satunya perwakilan resmi rakyat Suriah.

Sejumlah negara Uni Eropa, bersama Amerika, akan bertemu minggu ini di Maroko untuk pertemuan Friends of Syria yang bertujuan mengganti rezim sekarang.
XS
SM
MD
LG