Tautan-tautan Akses

Uni Eropa Desak Serbia Kecam Tokoh Ultra Nasionalis


Uni Eropa menuduh tokoh ultra-nasionalis Serbia, Vojislav Šešelj melakukan hasutan perang dan kebencian (foto: dok).

Uni Eropa menuduh tokoh ultra-nasionalis Serbia, Vojislav Šešelj melakukan hasutan perang dan kebencian (foto: dok).

Parlemen Eropa hari Kamis (27/11) mendesak Serbia mengambil tindakan yang tepat terhadap dugaan “retorika perang” oleh seorang tokoh ultra-nasionalis Serbia.

Parlemen Eropa mengeluarkan resolusi kecaman keras terhadap tokoh ultra-nasionalis Serbia, Vojislav Šešelj atas apa yang dikatakan bahwa Šešelj melakukan "hasutan perang, kebencian dan dorongan klaim teritorial serta upaya menggagalkan Serbia bergabung dengan Uni Eropa."

Parlemen EU meminta pihak berwenang Serbia menyelidiki perilaku Šešelj dan mengambil tindakan yang tepat apabila ia melanggar undang-undang yang melarang "pidato kebencian" dan komentar yang menghasut.

Awal bulan ini, Mahkamah Kriminal Internasional bagi bekas negara Yugoslavia (ICTY) membebaskan sementara Vojislav Šešelj untuk menjalani pengobatan kanker setelah hampir 12 tahun mendekam dalam tahanan.

Uni Eropa mengatakan sejak pembebasannya tanggal 12 November, Šešelj secara terbuka menyerukan pembentukan sebuah "Serbia Raya" dan "menyatakan klaim terhadap negara-negara tetangga," termasuk Kroasia, anggota Uni Eropa.

Vojislav Šešelj usia 60 tahun dituduh melakukan pembunuhan, penyiksaan, perlakuan kejam dan penghancuran sewenang-wenang terhadap desa-desa selama perang Balkan tahun 1990-an. Ia menyatakan tidak bersalah, dan hukumannya masih belum dijatuhkan.

Anggota-anggota parlemen Kroasia menghimbau ia dikembalikan ke tahanan karena menyebarkan "kebencian dan tidak bertoleransi" sejak ia dibebaskan.

Perdana Menteri Serbia Aleksandar Vucic menepis resolusi Uni Eropa itu, dengan mengatakan itu sebagai serangan terhadap rakyat dan negaranya.

Vojislav Šešelj adalah presiden dari Partai Radikal Serbia sejak berdiri hingga ia diekstradisi ke ICTY pada tahun 2003.

XS
SM
MD
LG