Tautan-tautan Akses

Uni Afrika Desak Penyelidikan Atas Kematian Warga Sipil di Somalia


Kendaraan lapis baja milik pasukan Uni Afrika AMISOM yang rusak akibat ranjau darat di luar kota Mogadishu. (Foto: Dok)

Gubernur kawasan Lower Shabelle, Ibrahim Aden Najah mengatakan seorang ibu, tiga anak dan seorang bayi tewas dalam insiden itu.

Pejabat-pejabat Somalia menuduh pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika telah membunuh 11 warga sipil dalam dua insiden terpisah akhir pekan lalu.

Gubernur kawasan Lower Shabelle, Ibrahim Aden Najah mengatakan kepada VOA, sebuah mobil lapis baja milik pasukan Uni Afrika melindas sejumlah rumah Minggu malam (18/12) setelah konvoi pasukan itu mengenai ranjau darat di desa El Wareegow, di dekat Marka.

Ia mengatakan seorang ibu, tiga anak dan seorang bayi tewas dalam insiden itu. Najah mendesak misi Uni Afrika untuk melakukan penyelidikan. Ditambahkannya, anak-anak yang tewas itu berusia antara enam bulan dan 14 tahun.

Pasukan Uni Afrika hari Sabtu menembak sebuah minibus di dekat kota Qoryooley, menewaskan enam warga sipil.

“AMISOM (Misi Uni Afrika di Somalia) mengatakan kepada saya, pasukan mereka sedang berpatroli ketika berpapasan dengan minibus itu. Mereka curiga minibus itu dipenuhi bahan peledak, jadi mereka melepaskan tembakan dan menewaskan semua yang ada di dalamnya," ujar Najah kepada VOA.

Seorang anggota keluarga supir minibus itu mengatakan kepada VOA, ketika ditembaki kendaraan itu sedang membawa sayur mayur menuju ke kota di dekatnya.

VOA belum berhasil mendapatkan tanggapan dari AMISOM.

Pasukan Uni Afrika berada di Somalia untuk mengamankan dan melatih pasukan keamanan Somalia, dan membantu pasukan lokal melawan militan al-Shabab. [em]

XS
SM
MD
LG