Tautan-tautan Akses

Uni Afrika Dukung Pengiriman 7500 Tentara Perangi Boko Haram


Perempuan dan anak-anak yang berhasil meloloskan diri dari serangan Boko Haram, berada di kamp pengungsi di Wurojuli, Gombe, Nigeria (2/9/2014).

Perempuan dan anak-anak yang berhasil meloloskan diri dari serangan Boko Haram, berada di kamp pengungsi di Wurojuli, Gombe, Nigeria (2/9/2014).

Uni Afrika hari Jumat mendukung rencana pengiriman 7.500 tentara regional untuk memerangi kelompok militan Boko Haram.

Pernyataan mengenai dukungan itu muncul pada saat Uni Afrika membuka KTT tahunannya di ibukota Ethiopia, Addis Ababa.

Nigeria, Kamerun, Chad, Niger dan Benin baru-baru ini sepakat untuk bekerjasama melawan militan, yang telah membunuh ribuan warga sipil di Nigeria, dan menguasai wilayah yang luas di negara bagian Borno di perbatasan dengan Kamerun dan Chad.

Komisaris Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika Smail Chergui mengatakan rencana tersebut akan diajukan ke Dewan Keamanan PBB.

Para saksi mata menyatakan bahwa tentara Chad yang telah aktif beroperasi di Nigeria merebut kembali desa Malumfatori dari Boko Haram hari Kamis.

Boko Haram dan wabah Ebola di Afrika Barat diperkirakan akan menjadi agenda utama KTT Uni Afrika.

Sementara itu, para pemimpin Afrika telah memilih Presiden Zimbabwe Robert Mugabe sebagai ketua baru Uni Afrika.

Kelompok-kelompok madani telah mengritik pilihan itu, dengan mengatakan riwayat pelanggaran HAM Mugabe seharusnya membuat ia tidak layak menerima peran yang sifatnya seremonial itu.

Pemimpin berusia 90 tahun itu menggantikan presiden Mauritania Mohamed Ould Abdel Aziz.

XS
SM
MD
LG