Tautan-tautan Akses

UNESCO: Perusakan Warisan Budaya di Palmyra oleh ISIS "Kejahatan Perang"


Kuil kuno Baal Shamin di kota Palmyra, Suriah yang dihancurkan oleh militan ISIS (foto: dok).

Kuil kuno Baal Shamin di kota Palmyra, Suriah yang dihancurkan oleh militan ISIS (foto: dok).

Kepala UNESCO menyebut perusakan oleh militan ISIS di kota kuno Suriah, Palmyra, sebuah "kejahatan perang."

Pada hari Minggu, militan meledakkan bait Baal Shamin yang sudah berusia 2.000 tahun, hampir seminggu setelah memenggal kepala Khaled Asaad, arkeolog dan mantan kepala urusan benda kuno di Palmyra yang telah menghabiskan puluhan tahun melestarikan situs itu.

"Seni dan arsitektur Palmyra, sudah bertahan dalam beberapa peradaban, dan merupakan simbol kompleksitas dan kekayaan identitas dan sejarah Suriah. Ekstrimis berusaha menghancurkan keragaman dan kekayaan ini," kata Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova pada hari Senin.

Pejuang ISIS merebut kota bersejarah itu pada bulan Mei, mengeksekusi lebih dari 200 orang di dalam dan sekitar Palmyra, memicu kekhawatiran bagi masyarakat setempat dan situs UNESCO itu.

Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris, yang mengumpulkan informasi dari sumber-sumber dalam negeri, mengatakan pada bulan Juni bahwa kelompok militan telah menanam ranjau di situs Warisan Dunia UNESCO itu.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG