Tautan-tautan Akses

Umat Lintas Agama Gemakan Perdamaian dari Bali

  • Muliartha

Sekitar 1.000 orang tokoh lintas agama dan kepercayaan menggelar doa bersama di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Badjra Sandi Renon di Denpasar, Sabtu sore 6/10 (foto: Muliartha/VOA).

Sekitar 1.000 orang tokoh lintas agama dan kepercayaan menggelar doa bersama di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Badjra Sandi Renon di Denpasar, Sabtu sore 6/10 (foto: Muliartha/VOA).

Seruan perdamaian kembali dikumandangkan dari pulau Bali melalui doa bersama oleh para tokoh lintas agama dan berbagai aliran kepercayaan di kota Denpasar, hari Sabtu (6/10).

Sekitar seribu orang dari berbagai agama dan aliran kepercayaan menggelar doa bersama di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Badjra Sandi Renon di Denpasar pada hari Sabtu sore (6/10).

Doa bersama tersebut serangkaian kegiatan Gema Perdamaian ke-10. Kegiatan doa bersama tersebut merupakan upaya untuk menggemakan semangat perdamaian ke seluruh dunia. Dengan doa bersama juga diharapkan mampu menetralisir energy negatif sehingga perdamaian tercipta di dunia. Melalui doa bersama juga diharapkan muncul sikap saling menghormati tanpa membedakan suku, ras dan agama.

Ketua Panitia Gema Perdamaian Made Aripta Wibawa dalam keteranganya menyampaikan seruan perdamaian dalam kegiatan gema perdamaian tahun ini tidak saja dilakukan dengan doa bersama tetapi juga melalui lembaga-lembaga keagamaan di Bali.

Made Aripta Wibawa mengatakan, “Kami hari ini menyerukan kepada pemuka-pemuka agama seluruh Bali melalui lembaga-lembaga umat memberikan seruan perdamaian yang digemakan melalui Gereja, melalui Pura-Pura, melalui Wihara, melalui Masjid, yang tepat pukul 7 malam seluruh Bali menggemakan perdamaian.”

Sedangkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap seruan perdamaian dari Bali tersebut mampu menjadi bibit-bibit perdamaian di berbagai negara di dunia.

“Bibit-bibit untuk tidak damai, itu selalu ada di tengah-tengah kita, rasa ingin benar sendiri, rasa ingin besar sendiri, keserakahan akan nama baik dan pujian dan kekayaan, menebarkan kebencian antar umat manusia masih selalu terjadi,” ungkap Mangku Pastika.

Melalui doa bersama ini, Made Mangku Pastika juga berharap Pulau Bali dapat menjadi titik gravitasi perdamaian bagi dunia.

Mangku Pastika menambahkan, “Kita patut merasa bangga, karena kita berada di pulau Dewata, pulaunya para dewa, kita hidup di pulau sorga, oleh karena itu marilah kita memberikan contoh kepada seluruh umat manusia akan semangat damai itu, hari ini kembali kita menggemakan perdamaian dari Bali ke seluruh dunia.”

Sementara, puncak acara gema perdamaian selain diisi dengan doa bersama juga diisi dengan penyalaan obor perdamaian . Selain itu juga terdapat pelepasan burung merpati serta balon warna-warni sebagai simbol kebebasan dan keberagaman.
XS
SM
MD
LG