Tautan-tautan Akses

Ulama Syiah Berperan Besar dalam Politik Irak


Ulama Syiah Moqtada al-Sadr berbicara dalam konferensi pers di Najaf, Irak,160 kilometer di selatan Baghdad (30/4). (AP/Karim Kadim)

Ulama Syiah Moqtada al-Sadr berbicara dalam konferensi pers di Najaf, Irak,160 kilometer di selatan Baghdad (30/4). (AP/Karim Kadim)

Sadr pertama kali menjadi sorotan luas internasional ketika mengecam keras invasi tahun 2003 yang menumbangkan Saddam.

Ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr dalam beberapa bulan ini telah meningkatkan upaya untuk menekan pemerintah agar mewujudkan janji-janji reformasi.

Hari Sabtu (30/4), para pendukungnya membobol Zona Internasional yang dijaga ketat di Baghdad untuk menutup parlemen.

Bulan Maret, Sadr menyerukan Perdana Menteri Haider al-Abadi agar mengambil langkah untuk menepati janjinya mengatasi masalah kronisme dan korupsi dalam pemerintah dengan mengganti menteri-menterinya dengan teknokrat – para pemimpin berpengalaman tanpa afiliasi politik.

Sejauh ini, Abadi belum mampu menggalang dukungan legislatif yang cukup bagi upaya-upaya reformasinya, sehingga memicu para pendukung Sadr untuk mengadakan demonstrasi setiap minggu untuk menekan pemerintah Abadi agar mengambil tindakan.

Hari Sabtu, para pengunjuk rasa menyuarakan kemarahan mereka dengan memanjat tembok dan membobol ruang utama gedung parlemen.

Sadr, tokoh berusia 42 tahun yang merupakan anggota keluarga Syiah terkemuka di Irak, pernah menjadi korban kekerasan sektarian ketika Saddam Hussein ingin memperkuat Partai Ba’ath pada tahun 1990an.

Ayah Sadr yang sosoknya sangat dihormati, Ayatollah Muhammad Baqir al-Sadr, dan dua saudara kandung laki-lakinya dibunuh tahun 1999. Saddam menolak bertanggung jawab.

Sadr pertama kali menjadi sorotan luas internasional ketika mengecam keras invasi tahun 2003 yang menumbangkan Saddam. Para pendukungnya yang dijuluki Laskar Mahdi kemudian dikait-kaitkan dengan sejumlah kekerasan sektarian di ibukota.

Kekerasan itu mulai mereda ketika para pejabat AS mengumumkan rencana untuk menarik pasukan tempur AS dari negara itu tahun 2011. [vm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG